Connect with us

Daerah

KABUPATEN LUWU UTARA
Cegah Stunting, Banjir Telur di Lutra

CELEBESTERKINI.com, Masamba – Selama ini, Kabupaten Luwu Utara (Lutra) adalah daerah langgannan bencana banjir. Namun, tak lama lagi daerah juga bakal banjir telur.

Bukan sebuah hal yang musykil. Pasalnya, Pemkab Lutra mencanangkan sebuah program ‘One Day One Egg’ atau satu hari satu telur untuk untuk anak dengan potensi stunting di daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Luwu Utara, Aspar, membeberkan beberapa strategi akan menjadi konsen Pemda dalam mengakselerasi zero stunting.

Salah satu strategi yang dimaksud yakni program “One Day One Egg” atau satu hari satu telur diberikan kepada anak penyandang stunting yang diharapkan mampu mempercepat penambahan gizi bagi anak. “Menurut hasil penelitian bahwa PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kaya protein hewani seperti telur pada baduta atau anak usia bawah dua tahun stunting dapat mempercepat pertumbuhan anak panjang/ tingginya, hanya membutuhkan waktu sekira 3 bulan secara terus menerus,” ujar Aspar.

Aspar menjelaskan, secara garis besar mekanisme kerja pemberian PMT melalui program “One Day One Egg” yaitu pemerintah merencakan penyediaan logistik telur yang kemudian didistribusikan ke setiap desa, dimana ketua TP-desa sebagai koordinator sekaligus menyediakan tempat penampungan telur. “Telur tersebut kemudian didistribusikan oleh kader bersama anggota TP-PKK ke masing-masing rumah keluarga yang memilki baduta stunting dan Bumil KEK (Kurang Energi Kronis) secara rutin, kader dan TP-PKK ini juga yang memantau dan memastikan bahwa telur tersebut dikomsumsi oleh sasaran setiap hari didokumentasikan dengan foto, lalu dilaporkan melalui Whatsapp Group Desa, kemudian dilanjutkan ke Whatsapp group kecamatan dan Whatsapp Group Kabupaten setiap harinya,” paparnya.

Sejumlah kalangan menyambut baik program itu. Diharapkan Pemkab Lutra memberdayakan pengusaha telur lokal dalam memenuhi kebutuhan program. “Jangan nanti telurnya lebih banyak diambil dari Luwu Utara. Kuenya harus lebih banyak dinikmati pengusaha lokal,” kata Erzan, salah orang pemuda di Masamba. (sah/ren)

Continue Reading

Trending