Tuesday 06 December 2022
spot_img

Walikota Sebut Ada Warga tak Jujur, Pengamat Bilang Itu Kelemahan Pemkot

FOTO: Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, ketika mengunjungi gudang sembako Pemkot Makassar, Kamis (30/4). Ia menyebut ada warga tak jujur sehingga menerima sembako dua kali. (humaspemkot)




CELEBESTERKINI.com, Makassar – Munculnya sejumlah kekisruhan dalam pembagian sembako dalam masa pemberlakuan PSBB Makassar, membuat Walikota Makassar harus segera menyelesaikannya.

Dalam kunjungannya ke Kantor Dinas Sosial Kota Makassar, Kamis (30/4), Pj. Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengecek dan memastikan pendistribusian paket sembako untuk mencegah semkin banyaknya masalah di lapangan. “Saya sudah mengecek  di dinas sosial data penerima sebenarnya bagus. Tim Dinsos juga telah melakukan verifikasi dengan cukup baik dan kalau ada yang  double ataupun juga ada  beberapa  belum tercover ini yang harus diperbaiki karena  program kita cukup banyak totalnya mencakup hampir  150 ribu kepala keluarga  miskin,” ujar Iqbal dihadapan sejumlah awak media.

Lebih jauh Iqbal menjelaskan terkait adanya  kejadian bantuan sembako ditarik menurut Iqbal hal tersebut  karena adanya ketidakjujuran sejumlah warga. Itu dikarenakan sudah mendapat di salah satu program yang sudah diterima namun masih menerima di program lainnya akhirnya mereka menerima double.

Iqbal berharap bagi warga yang merasa berhak untuk  menerima sembako dalam program PSBB, agar secepatnya melaporkan diri ke RW ataupun RT setempat kemudian dilaporkan ke Kelurahan. “Apabila warga tersebut memang namanya tidak masuk dalam data ketiga program yang lama yakni PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai serta  Bantuan Sosial Tunai, tentunya datanya akan dimasukkan dalam program sembako PSBB  ini,” jelas Iqbal.

Begitupun juga dengan warga yang tidak mampu, khususnya bagi mereka  pendatang yang tidak mempunyai KTP dan bekerja di Makassar menurut Iqbal merekaa tetap berhak mendapat bantuan. “Mereka juga berhak diberi bantuan, dalam arti kata bukan program ini, melainkan bantuan dari perusahaan berupa CSR. Saya harap RT serta RW juga mendata mereka dan menyalurkan bantuan CSR tersebut,” terang Iqbal

Koordinator Aliansi Masyarakat Lawan Covid-19 (Amalan) 19 Sulsel, Randi Fitriansyah, justru menyebut kondisi itu sebagai kelemahan big data Pemkot Makassar. “Kalau big data nya bagus, maka tentu tak ada yang double, tentu tak ada yang salah sasaran. Jadi, datanya yang harus diperbaiki, disingkronkan dan dibuatkan jalur digital dengan seluruh program lain baik pemerintah provinsi maupun yang dilakukan pemerintah pusay.,” tukasnya. (mg3)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru