Tuesday 06 December 2022
spot_img

Wajo tak Lagi Toleransi, Pelintas dan Pendatang Discreening

FOTO: Warga yang melintas di perbatasan Wajo – Sopoeng diperiksa petugas gugus tugas pencegahan COVID-19 Wajo. (fajar)


WAJO, CELEBESTERKINI – Pemerintah Kabupaten Wajo tak mau kecolongan. Penyebaran Coronavirus yang makin menggila direspon dengan kebijakan keras.

Saat ini, tanda-tanda bakal mewabahnya COVID-19 di Wajo mulai terlihat. Data terakhir yang dirilis Gugus Tugas Pengendalian COVID-19 Wajo, terdapat 28 orang dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP). Meski demikian, belum ada yang berstatus PDP dan juga positif. “Kami juga minta kepada aparat kewilayahan, Camat, Kepala Desa, dan Lurah untuk terus memantau kondisi masyarakatnya, terutama dengan pendatan,” ujar Jubir Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Wajo, Supardi.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Wajo tersebut, dari total 28 Orang Dalam Pemantauan (ODP) diketahui jumlah terbanyak ada di kecamatan Tempe dengan jumlah ODP sebanyak 9 orang, kemudian kecamatan Keera dengan jumlah ODP sebanyak 6 orang.

Fakta itu memaksa Pemkab Wajo bersikap keras. Dari enam titik perbatasan, empat titik di antaranya dijaga ketat yaitu Bone-Wajo (Desa Pallawarukka dan Kel. Solo masuk ke kec. Bola). Soppeng-Wajo (Kel. Sompe). Luwu-Wajo ( Buriko ) dsn Sidrap-Wajo ( Kalola dan Ongkoe).

Ketua Gugus Tugas yang juga Sekkab Wajo, Drs. Amiruddin, MM, juga sudah menginstruksikan beberapa poin yang harus segera dilaksanakan. Gugus tugas akan melakukan pengukuran suhu tubuh penumpang sesuai dengan standar penanganan Covid 19 dari Kemenkes. “Kita akan langsung melakukan screening jejak perjalanan (dari mana asalnya, pernah singgah dimana dst) dan rencana perjalanan setelah melintas di perbatasan, apakah hanya melewati wajo tanpa singgah, atau lewat dan akan singgah di mana, atau akan bermukim berapa lama, di alamat mana, keluarga dengan siapa,” katanya.

Untuk warga yang akan bermukim di Wajo, harus dipastikan ada hubungan kontak telpon yang dilakukan oleh petugas dengan keluarga yang dituju. “Sekaligus melakukan kontak komunikasi dengan pemerintah setempat yang akan dituju dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat,” ujarnya. Tindakan lebih keras dilakukan untuk yang mempunyai suhu tilubuh di atas 38 derajat. “Maka petugas puskesmas setempat melakukan penanganan lebih lanjut sesuai standar penanganan Covid 19 oleh Kemenkes,” tutupnya. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru