Home / Kesehatan

Selasa, 28 Januari 2020 - 22:40 WIB

Waduh.!!! Bayi Baru Lahir Wajib Daftar BPJS. Begini Caranya

JAKARTA, CELEBSTERKINI – BPJS Kesehatan tak kompromi. Bayi baru dilahirkan wajib segera didaftarkan menjadi peserta BPJS. Jika tidak, siap – siap menanggung denda besar.

Berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, bayi yang baru lahir wajib didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Hal itu dikutip dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Pasal 16 bahwa bayi baru lahir dari Peserta Jaminan Kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 (dua puluh delapan) hari sejak dilahirkan.

Terlambat mendaftarkan lebih dari 28 hari berakibat tidak mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan, dikenakan sanksi denda pelayanan dan berkewajiban membayarkan iuran sejak bayi dilahirkan.
Dikutip dari Perpres No. 82 Tahun 2018 Pasal 16 ayat (2), peserta yang tidak mendaftarkan bayi (ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sanksi berupa denda pelayanan saat bayinya mendapatkan layanan rawat inap.

Lalu, bagaimana cara mendaftarkan bayi baru lahir sebagai peserta BPJS Kesehatan?
Dilansir dari portal BPJS Kesehatan yang dikutip kompas dan ditulis ulang celebesterkini.com, ada tiga kategori BPJS yang diatur yaitu:

  1. Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU)
  2. Pekerja Penerima Upah (PPU)
  3. PBI (Penerima Bantuan Iuran).

Syarat Pendaftaran BPJS untuk Bayi Baru Lahir

  1. Peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran)
    Bayi baru lahir dari ibu peserta PBI dapat langsung didaftarkan oleh Keluarga Peserta dengan status kepesertaan langsung aktif.
    a. Syarat dan cara pendaftaran bayi baru lahir:
    1) Asli kartu JKN-KIS ibu kandung
    2) Asli/Fotokopi surat keterangan lahir dari dokter atau bidan puskesmas/klinik/rumah sakit.
    3) Asli/Fotokopi kartu keluarga orang tua.
  2. Peserta PPU (Pekerja Penerima Upah)

Bayi baru lahir anak pertama sampai dengan ketiga dapat didaftarkan setelah bayi dilahirkan dan kepesertaannya langsung aktif. Pendaftaran bisa dilakukan secara perorangan maupun kolektif melalui instansi/badan usaha.

a. Syarat dan cara pendaftaran bayi baru lahir anak pertama sampai dengan ketiga:
1) Asli Kartu JKN-KIS ibu kandung
2) Asli/Fotocopy Surat keterangan lahir dari Dokter atau Bidan Puskesmas/Klinik/Rumah Sakit.
3) Asli/Fotocopy Kartu Keluarga orang tua.
 

  1. Peserta PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) & BP (Bukan Pekerja)
    a. Syarat dan Cara Pendaftaran:
    1) Asli Kartu JKN-KIS Ibu Kandung
    2) Asli/Fotocopy Surat keterangan lahir dari Dokter atau Bidan Puskesmas/Klinik/Rumah Sakit.
    3) Asli/Fotocopy Kartu Keluarga orang tua.

4) Jika peserta belum melakukan autodebet tabungan dilengkapi dengan:
a) Fotocopy buku rekening tabungan BNI/BRI/Mandiri/BCA, dapat menggunakan rekening tabungan Kepala Keluarga/Anggota Keluarga dalam Kartu Keluarga/Penanggung
b) Formulir autodebet pembayaran iuran BPJS Kesehatan bermaterai Rp6.000,00 (Enam ribu rupiah).
5) Melakukan perubahan data bayi selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah kelahiran yang meliputi nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan NIK.
Adapun proses pendaftarannya pun cukup mudah. Orangtua dari sang bayi cukup mendatangi kantor pusat BPJS terdekat dengan membawa persyaratan yang diperlukan. Setelah itu, pengaju mengurusnya danĀ kartu langsung aktif saat itu.
Catatan:
Setelah melahirkan, orangtua wajib mendaftarkan bayinya ke BPJS Kesehatan dalam waktu 3×24 jam atau sebelum pulang ke rumah agar tanggunan jaminan kesehatan berlaku.
Apabila mendaftar dan membayar iuran setelah pulang ke rumah, maka jaminan kesehatan tidak berlaku. (mg2)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Stop..!!! China Dilarang Masuk

Kesehatan

Teka Teki Code Corona 286, Berada di RSU Wahidin dan Ingin Makan Konro

Kesehatan

Nurmal Idrus: Semua Tahapan Pilkada Beresiko COVID-19. Sebut Mudharatnya Lebih Banyak Jika Dilanjutkan

Kesehatan

Hai Pria, Begini Cara Membuat Pasanganmu Kejang-Kejang di Ranjang

Kesehatan

Ginjalmu Dalam Masalah, Jangan Abaikan Tanda Ini

Kesehatan

Jumpa Pers Corona yang Tegang, Status Kesehatan Sekprov Belum Dipastikan Namun Baik Baik Saja

Kesehatan

Melonjak, 13 Positif Corona di Sulsel, Mantan Rektor Unhas Dikabarkan Salah Satunya

Kesehatan

Beda Jokowi dan Pj Walikota Makassar. Larang Menteri Melayat ke Solo karena Physical Distancing