Saturday 10 December 2022
spot_img

Usulan Supriansa Terkait Rehab Narkoba Wilayah Sebuah Terobosan

  • USULAN SUPRIANSA – Ia mendorong pemerintah membangun lebih banyak pusat rehabilitasi di daerah dan bahkan jika memungkinkan setiap kabupaten/kota punya tempat rehabilitasi. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Jakarta – Rehabilitasi terpusat hanya disejumlah wilayah terhadap pengguna narkotika, ternyata selama ini tak dianggap optimal. Alih-alih mengurangi pengguna, rehabilitasi terpusat itu membuat pengguna kesulitan mengakses rehabilitasi.

Legislator Senayan mendorong pemerintah membangun lebih banyak pusat rehabilitasi di daerah dan bahkan jika memungkinkan setiap kabupaten/kota punya tempat rehabilitasi.

Adalah aggota Komisi III DPR, Supriansa, mengusulkan dibentuknya tempat rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di tingkat kota/kabupaten. “Saya kira BNNK ini (nantinya bisa) membuat rehabilitasi di wilayahnya masing-masing. Saya kira kalau itu terjadi, maka itu akan meringankan kira-kira beban rehabilitasi yang ada terpusat dalam satu tempat, karena di daerah-daerah belum dibuka (tempat rehabilitasi),” katanya saat berbicara di depan pertemuan Tim Kunjungan Kerja Legislasi Komisi III DPR RI dengan jajaran Kapolda Kalimantan Tengah, Kepala BNNP Kalimantan Tengah, dan Kajati Kalimantan Tengah, dalam rangka mendapatkan masukan atas revisi Rancangan Undang-Undang Narkotika (RUU Narkotika), di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (4/11/2022).

Legislator kelahiran Soppeng, Sulsel ini juga mendorong agar korban penggunaan narkoba direhabilitasi, bukan malah di hukum pidana.
“Karena ada paham yang harus disamakan pemahaman kita tadi ini bahwa pengguna narkoba itu adalah korban. Kalau dia korban, maka tentu kita terpanggil untuk bagaimana memikirkan untuk menyelamatkan orang ini dari ketergantungan narkoba yang ada. Nah itu lah sehingga lahir istilah bahwa kalau pengguna dibawa ke rehabilitasi,” katanya.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika yang berlaku saat ini, korban penggunaan narkoba yang sudah lebih dari dua kali menggunakan narkoba mendapat hukuman pidana. Namun, dalam revisi undang-undang kali ini, korban pengunaan narkoba tersebut hanya mendapatkan rehabilitasi, sepanjang bukanlah pengedar atau bandar. “Menurut hasil diskusi tadi, maka meskipun sudah dua kali kedapatan menggunakan narkoba, itu berarti bahwa harus ditingkatkan rehabilitasi yang ada pada diri orang itu sepanjang dia tidak terjebak menjadi penjual narkoba atau masuk dalam kaitan bandar yang ada. Saya kira sepanjang dia bukan penyalur narkotika itu atau jenis narkoba, maka itu bisa dipikirkan untuk direhabilitasi kalau semata-mata dia pengguna,” jelas politisi Partai Golkar ini.

Sahrazi Muhammad, penggiat LSM anti Narkoba di Aceh, menyebut usulan Supriansa itu adalah langkah maju dalam pemberantasan Narkoba. “Itu langkah maju yang dipikirkan oleh anggota dewan kita. Sebab, selama ini ada ribuan pengguna yang justru dibiarkan dan malah bertambah parah karena kesulitan mengakses tempat rehabilitasi,” katanya.

Ia menyatakan, usulan Supriansa patut segera dijawab oleh pemerintah karena akan lebih banyak kerugian yang dialami oleh negara ini dari dibiarkannya pengguna narkoba tak mendapat penanganan daripada anggaran besar untuk membangun pusat rehabilitasi di setiap kebupaten. (sah/ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru