Monday 26 September 2022
spot_img

Unik, Pakaian Dalam Wanita Hentikan Keberingasan Tentara Myanmar

  • DALAMAN – Sejumlah warga memasang dalaman wanita di sepanjang jalan, di Myanmar. Aksi itu dilakukan untuk menghentikan tentara yang mengejar demonstran dan ternyata membuat nyali tentara ciut. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Myanmar – Ini mungkin hal teraneh dalam sejarah demontrasi dimanapun di dunia ini. Di tengah aksi demontrasi warga yang membara di Myanmar untuk menolak kudeta yang dilakukan militer terhadap pemerintahan yang sah, pakaian dalam wanita ternyata mampu meredam amukan tentara yang beringas.

Warga Myanmar memasang deretan pakaian dalam wanita layaknya jemuran di sepanjang jalan untuk mengusir pasukan keamanan. Dilansir dari The Star, Minggu (7/3/2021), yang ditulis ulang detik.com, meski aksi itu sebenarnya dianggap hanya mitos, namun tampaknya aksi warga berhasil menghentikan langkah pasukan keamanan saat mereka bergerak memadamkan pemberontakan melawan junta militer Myanmar.

Sejak militer Myanmar mengambilalih kekuasaan dan menggulingkan pemimpin sipil terpilih, protes antikudeta terus digaungkan hingga saat ini.

Untuk menghentikan gerakan pembangkang sipil (CDM) yang muncul, pasukan keamanan menggunakan gas air mata, granat kejut, peluru karet, dan terkadang bahkan peluru tajam.

Tak mau kalah, para warga menggantung pakaian dalam wanita dan rok panjang -atau longyis- di tali jemuran di seberang jalan. Menurut tradisi lama Myanmar, bagian bawah wanita dan pakaian yang menutupinya dapat menguras tenaga laki-laki yang dikenal sebagai “hpone”. “Jika mereka berada di bawah longyi wanita, berarti hpone mereka hancur,” kata aktivis Thinzar Shunlei Yi.

Sejumlah tentara tidak mau menyentuh longyi wanita karena takut hal itu dapat merusak energi mereka di garis depan. “Ketika warga menggantung longyi di atas tali, (polisi dan tentara) tidak dapat turun ke jalan, mereka tidak dapat menyeberanginya, dan mereka harus menurunkannya,” kata Thinzar Shunlei Yi.

Para wanita sekarang menggunakan takhayul sebagai strategi pertahanan. Kini pemandangan jemuran pakaian wanita menghiasi jalan-jalan di Yangon, dari pusat kota San Chaung yang ramai hingga pinggiran kota. Dalam foto-foto yang dibagikan di Facebook menunjukkan seorang tentara berdiri di atas truk untuk memindahkannya.

Beberapa longyis ditempelkan wajah pemimpin junta Min Aung Hlaing, dalam taktik takhayul terbaru. Pengunjuk rasa percaya aksi itu bisa memperlambat pasukan keamanan yang enggan menginjak fotonya.

Lebih dari 600 orang polisi bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil (CDM) Myanmar untuk melawan rezim junta militer. Dari sejumlah wilayah, hanya Negara Bagian Rakhine yang melaporkan tidak ada aksi protes dari petugas.

Sementara itu, pihak berwenang telah meminta India untuk mengembalikan beberapa petugas polisi yang mencari perlindungan untuk menghindari perintah dari junta militer.

Pada Kamis (4/3) ada lebih dari 500 polisi yang berpartisipasi dalam CDM, dan 100 lainnya bergabung dengan gerakan pada hari Jumat (5/3). Petugas itu mengatakan tidak ada protes polisi yang dilaporkan di Negara Bagian Rakhine. (dtc-sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru