Tuesday 06 December 2022
spot_img

Trio Meja Bundar, Pengubah Opini Makassar

Foto: Trio Meja Bundar, (ki-ka) Sulaiman Syamsuddin, Bahtiar Maddatuang, Haeruddin Nurman

CELEBESTERKINI – Jika anda bertanya, meja apa yang paling sakral di Makassar, maka jawabannya Meja Bundar Phoenam.

Meja ini terletak pas di pintu masuk Warkop Phoenam di Kawasan elit Boulevard, Panakkukang. Menjadi sakral karena “penghuninya” boleh dibilang tetap. Jarang ada muka baru yang langsung duduk di meja ini. Pengunjung lain pun sudah paham dan tak berani untuk duduk di tempat ini.

Anggota tetapnya berasal dari berbagai kalangan terutama politisi. Itulah mengapa meja ini banyak disebut sebagai pengubah opini Makassar dan juga Sulsel.

Dari semuanya, ada tiga figur muda yang banyak mendominasi. Ketiganya bisa disebut sebagai anak muda yang mengubah Makassar. Mereka menguasai opini karena sering muncul diberbagai pemberitaan media. Usia mereka rata-rata masih milenial karena di bawah 40-an.

Mereka adalah Haeruddin Nurman, Bahtiar Maddatuang dan Sulaiman Syamsuddin.

Haeruddin Nurman, dikenal sebagai aktivist pemuda dan kini merambah dunia politik. Ia kader moncong putih. Tahun 2018 lalu, ia menjadi juru bicara pasangan Prof. Andalan yang kemudian menjadi pemenang Pilgub Sulsel. Kelebihannya adalah membangun opini dan menggiring persepsi publik. Lontaran-lontaran isunya bisa menggoyang konstalasi politik.

Bahtiar Maddatuang, dikenal sebagai pakar ekonomi makro. Di usianya yang masih belia, ia memimpin STIE AMKOP yang kini telah bertransformasi menjadi insitut bisnis paling maju se Makassar.

Bahtiar punya intuisi yang tajam dalam analisa ekonomi terutama dalam memprediksi kemungkinan pengaruh makro ekonomi terhadap pembangunan daerah.

Selanjutnya ada pengacara muda, Sulaiman Syamsuddin. Meski terbilang muda, Sulaiman dikenal sangat progressif di bidang pendampingan hukum. Selain punya pengetahuan bagus terhadap regulasi hukum, dia spesialis pengacara hukum pemilu yang biasa sangat rumit.

Sule, begitu ia disapa, bisa mengubah opini publik dengan ketajaman analisa hukumnya yang sangat detail. Kadangkala ia sering menjadi kamus berjalan media di Makassar ketika membutuhkan back up data persoalan hukum. (mal)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru