Saturday 10 December 2022
spot_img

Tokoh Maros Ini Desak Bupati Berlakukan PSBB

FOTO: Amirullah Nur Saenong




CELEBESTERKINI.com, Maros – Penolakan Bupati Maros Haji Hatta Rahman untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Maros, memantik kritik dari berbagai kalangan.

Tokoh Kabupaten Maros, Haji Amrullah Nur Saenong menyebut Bupati Hatta tak boleh memperlihatkan ego kepemimpinannya dengan hanya memikirkan Maros semata. “Sebab, Maros itu adalah penyangga Makassar dan apa yang terjadi di Makassar akan langsung berpengaruh terhadap Maros. Mari kita bercermin dengan apa yang dilakukan Gowa,” katanya.

PSBB menjadi kebutuhan Maros kata Amirullah karena dua hal. “Pertama, Maros terancam limpahan masalah karena Kota Makassar dan Gowa melakukan PSBB dengan ketat sementara Maros jadi longgar. Kedua, Maros sebagai penyanggah harus mendukung Makassar karena menjadi pintu masuk dari berbagai arah Sulsel,” kata bakal Calon Bupati Maros yang getol menggerakkan timnya melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Maros.

Amirullah tak habis pikir mengapa Pemkab Maros memilih melonggarkan wilayahnya. “Alasan bahwa meski bukan PSBB, Maros tetap ketat dalam menangani COVID-19 tak bisa diterima. Sebab tentu beda jika PSBB karena ada landasan hukum yang kuat untuk bertindak. Selain itu Pemkab punya legalitas kuat untuk mencover kebutuhan pangan warganya,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menganjurkan Kabupaten Maros menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyusul Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Hal tersebut disampaikan langsung Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat melakukan konferensi pers di Posko Covid-19, Jl Jendral Sudirman, Makassar, Senin (27/4/2020) lalu. “Tadi Ratas (Rapat Terbatas) dengan Pak Presiden, kita dianjurkan supaya Maros juga mengusulkan PSBB,” ujar Nurdin via rilis Humas Pemprov.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Maros Hatta Rahman, belum memastikan akan menerapkan PSBB. Bupati Maros dua periode itu, mengaku masih ingin melihat efektivitas penerapan PSBB di Makassar dan Gowa. “Kami masih lihat dulu lah bagaimana Makassar dengan Gowa menerapkan PSBB. Karena khawatirnya orang lebih takut tidak dapat sembako, daripada takut sama corona, sekarang kan kejadiannya seperti itu,” ujarnya, Selasa (28/4/2020) seperti dilansir tribun.

Ia mengatakan menerapkan PSBB bukanlah hal yang mudah karena banyak faktor yang harus dipenuhi. “Maros harus menyiapkan minimal 110 ribu agar semua dapat, kalau kurang dari itu pasti masyarakat rebutan,” tambahnya. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru