Saturday 10 December 2022
spot_img

Timbangan Pedagang Banyak Rugikan Petani, Perhatikan Kode Ini Jika tak Mau Tertipu

  • TERTIPU – Keluhan petani mengenai kualitas akurasi timbangan pedagang gabah di Sidrap, direspon Pemkab. Jika tak mau tertipu, perhatikan tera timbangan yang digunakan. (SIDRAPKAB)

CELEBESTERKINI.com, Sidrap – Selama ini banyak muncul keluhan dari petani yang menjual gabah pasca panennya. Penyebabnya, seringkali mereka merasa curiga dengan akurasi timbangan yang digunakan pedagang.

Hal itu langsung direspon aparat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sidrap. Dalam beberapa hari ini mereka rutin melakulan razia di kawasan pertanian. Razia digelar untuk penertiban penggunaan alat UTTP (Ukur, Takar, Timbang, dan Peralatannya) dalam jual beli gabah.

Tim Bidang Metrologi di-backup Satpol PP Sidrap, menyusuri sejumlah titik yang melangsungkan jual beli gabah. Pengawasan dan penertiban berlangsung hingga malam hari, salah satunya di Kecamatan Panca Rijang. “Pengawasan pembelian gabah petani, kemarin di Kecamatan Panca Rijang berlangsung sampai malam hari,” beber Kepala Disdagrin Sidrap, Ahmad Dollah, Ahad (14/3/2021) lalu.

Ia kemudian menjelaskan, pemerintah daerah berharap masyarakat, petani, pengusaha dalam hal ini pedagang pengumpul dan pengusaha penggilingan padi sadar dan taat akan tertib ukur.

Semua UTTP yang digunakan dalam bertransaksi, sambung Ahmad, dipastikan cap tanda tera-nya masih berlaku dan masih utuh. “Diimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan setiap transaksi yang menggunakan UTTP, pastikan UTTP tersebut sudah ditera atau ditera ulang dan cap tanda teranta masih bagus,” pesan Ahmad Dollah dilaman Sidrapkab.

Ia juga meminta masyarakat turut mengawasi penggunaan timbangan atau alat ukur. Jika menemukan alat ukur yg mencurigakan atau segel/cap tanda teranya rusak, agar disampaikan ke petugas Metrologi Dinas Perdagangan untuk dilakukan tera/tera ulang.

Ahmad Dollah berharap kegiatan tersebut dapat menyadarkan segenap elemen masyarakat akan pentingnya penggunaan UTTP legal dalam rangka menghindari praktek kecurangan. “Kecurangan juga dilarang dalam agama, diingatkan dalam Alquran salah satunya pada Surah Al-Muthaffifin ayat 1 yang artinya ‘Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!'” tandasnya. (sah/ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru