Saturday 10 December 2022
spot_img

Tenaga Medis Corona Dapat Insentif Rp7,5 – Rp15 Juta, Meninggal Dapat Rp 300 Juta

FOTO: Aktivitas paramedis menangani pasien COVID 19 di sebuah rumah sakit. (apphoto)

JAKARTA, CELEBESTERKINI – Menyadari beratnya tugas yang diamban para petugas kesehatan di garda terdepan melawan
penyebaran COVID 19, pemerintah akhirnya memutuskan menghargai pengorbanan mereka.

“Kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan, sudah dihitung oleh Menkeu, diberikan insentif bulanan untuk tenaga medis,” kata Jokowi usai meresmikan RS Darurat Corona di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020) ini, seperti dilansir KOMPAS.

Jokowi lantas membeberkan besaran insentif untuk masing-masing tenaga medis. Untuk dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta. Selain itu, akan ada santunan kematian sebesar Rp 300 juta bagi tenaga medis yang meninggal karena tertular corona.

Kendati demikian, insentif hingga santunan kematian ini hanya berlaku di daerah yang sudah menyatakan tanggap darurat. “Ini untuk daerah yang tanggap darurat,” kata Jokowi. Paramedia di Kota Makassar dipastikan akan juga mendapatkan insentif itu karena Minggu kemarin Pemkot Makassar sudah menetapkan wilayahnya dalam status tanggap darurat Cotonavirus 19.

Hingga Minggu (22/3/2020) tercatat kasus Covid-19 berjumlah 514 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 48 kasus yang tersebar di 20 provinsi. Beberapa yang terinfeksi Corona dan meninggal dunia adalah tenaga medis.

Sebelumnya, Jokowi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani merumuskan insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 yang disebabkan virus corona. “Termasuk Menkeu, pemberian insentif bagi para dokter, perawat dan jajaran Rumah Sakit yang bergerak dalam penanganan Covid-19,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas lewat video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2020) lalu.

Selain itu, Jokowi juga meminta jajarannya untuk memastikan bahwa alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis selalu tersedia. Sebab, hal tersebut sangat berpengaruh pada keselamatan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. “Saya ingin perlindungan maksimal ke dokter dan tenaga medis yang melayani pasien,” kata dia. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru