Saturday 10 December 2022
spot_img

Tak Sanggup Lawan Corona, Rupiah Ta’kancing, Saham Ta’paknyunkyu’, Emas Ta’bulinta’

FOTO: Sales PT Antam memperlihatkan emas batangan yang mereka jual. Harga emas terus tertekan. (Liputan6)

JAKARTA, CELEBESTERKINI – Pasar keuangan dan investasi Tanah Air pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat ini (13/3/2020), mengalami masa paling suram di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19) secara global.

Di pasar forex, nilai tukar rupiah semakin takkancing alias buntu dan terus bergerak ke bawah. Melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (13/3/2020) akibat semakin memburuknya sentimen pelaku pasar yang memicu aksi jual masif.

Pada pukul 09:30 WIB, kurs rupiah ambles 2,07% ke Rp 14.810/US$, mengacu data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang terlemah sejak 13 November 2018.

Mayoritas mata uang utama Asia memang melemah melawan dolar AS pada perdagangan hari ini, tetapi rupiah yang paling parah. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua pelemahannya ‘hanya’ 1,08%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru dibuka pada pukul 09:00 WIB juga langsung ta’paknyunyuk’ atau jatuh ke bawah. IHSG jeblok 5% dan sekali lagi mengalami trading halt (pemberhentian perdagangan selama 30 menit). Kamis kemarin, perdagangan IHSG dihentikan lebih awal setelah anjlok 5,01% pada pukul 15:33 WIB.

Sesuai dengan kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perdagangan bursa saham akan dihentikan selama 30 menit jika IHSG anjlok 5% atau lebih, sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

BEI membuka kembali pasar saham pada pukul 09.45 WIB setelah dihentikan sementara 30 menit. Saat dibuka pukul 09.45 WIB, pelemahan IHSG berkurang menjadi minus 4,89% di level 4.655.

Laksono W. Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, mengatakan harga terakhir IHSG sebelum ditutup sementara yakni di level 4.650,58. “Last price IHSG 4.650,583. Total value transaksi Rp 1,1 triliun. Jumlah saham yang terkena auto rejection bawah atau -7% sebanyak 296 saham,” kata Laksono, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/3/2020) seperti dilansir CNBC.

Selain pasar saham dan rupiah, serta obligasi yang terpuruk, harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Jumat ini juga turun 2,43% atau sebesar Rp 19.000 menjadi Rp 763.000/gram, dari sebelumnya Rp 782.000/gram.

Penurunan emas Antam seiring dengan aksi jual besar-besaran yang terjadi di bursa saham global dan pasar modal dalam negeri khususnya.

Kenapa harga emas Antam ikut anjlok di saat saham ambruk? Besar kemungkinan aksi jual yang sama dalam langkah untuk menutupi margin kerugian investor di pasar saham.

Selain itu, penurunan harga emas Antam juga terjadi seiring dengan merosotnya harga emas spot dunia yang kembali ambles pada hari Kamis (12/3/2020) karena pedagang menjual logam mulia untuk menutupi margin di pasar saham yang ketakutan oleh penyebaran global virus corona.

Harga emas spot turun 3,1% di level US$ 1.584,22 per ons Jumat waktu Indonesia. Adapun harga emas berjangka AS turun 3,4% menjadi US$ 1.586,80 per ons, seperti yang dilansir oleh CNBC Internasional. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru