Wednesday 01 February 2023
spot_img

Solutif, Ini Cara Laskar Orang Biasa Atasi Problem Pupuk di Soppeng

  • PUPUK PETANI – Pupuk ini telah memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), Uji Lab SUCOFINDO serta terstandarisasi oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan selalu terverifikasi setiap tahunnya. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Problem kelangkaan pupuk di Kabupaten Soppeng dan disejumlah daerah penghasil beras lainnya di Sulsel, coba diatasi oleh organisasi kemanusiaan bernama Laskar Orang Biasa.

Komunitas yang menghimpun sejumlah anak muda di Soppeng diketahui selama ini bergerak di bidang kemanusiaan. Namun, keluhan petani yang merasa kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga murah menggelitik mereka.

Ketua Laskar Orang Biasa, La Tansi, menyatakan pihaknya terus mendengar keluhan petani yang kesulitan mendapatkan pupuk setiap kali musim tanam dimulai. “Ini keluhan yang terjadi sepanjang tahun, pada setiap musim tanam. Petani selalu saja kesulitan mendapatkan pupuk untuk kelangsungan hidup tanaman padi mereka,” katanya, di Soppeng, Sabtu, 10 Desember 2022.

Bersama dengan sejumlah anggota komunitas, La Tansi kemudian berupaya memperoleh kontak dengan produsen pupuk yang kemudian mereka sukses mendapatkan jatah pupuk. “Kita kemudian mendapat pupuk merek Phoska 15-15-15, SP 36 & Avatar 16-16-16 langsung dari produsen. Harganya juga sangat rendah dibanding pupuk subsidi yang selama ini digunakan petani, hanya Rp 135.000 per zak,” ujar Bendahara Umum KAHMI MD Soppeng ini. Harga itu jauh di bawah harga pupuk subsidi yang biasanya sulit didapatkan petani.

Hal itu juga diamini oleh salah satu pentolan komunitas ini, M. Irvan Amir. Menurutnya, pupuk ini telah diujicoba di sejumlah wilayah dan hasilnya sangat menggembirakan. “Hasil panennya sangat bagus sehingga cocok untuk dipakai petani di Soppeng,” ujarnya.

Penyaluran pupuk kepada petani yang diinisiasi oleh Laskar Orang Biasa di Soppeng. (ist)

Irvan menyebut pupuk ini sudah teruji dengan ujicoba pada dua kali panen tahun ini dengan hasil yang bagus. “Terkait kualitas produk pupuk yang diedarkan telah teruji kualitasnya, terjamin dan sangat layak digunakan karena telah memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), Uji Lab SUCOFINDO dan telah terstandarisasi oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) serta selalu terverifikasi setiap tahunnya,” terangnya.

Ia berharap, kemudahan yang didapat dengan kehadiran pupuk ini bisa membuat petani jauh lebih ringan menjalani hidupnya. “Selama ini petani kita terus terpuruk dengan pupuk yang sulit didapat dan harga yang selangit. Kami ini para petani ini bisa lebih menikmati hidup dengan banyak waktu bersama keluarga,” tambahnya.

Hj. Sakinah, salah satu Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Liliriaja, menyebut sudah mencoba pupuk jenis itu. “Hasilnya bagus dan kita sangat berterima kasih kepada anak-anak (Laskar Orang Biasa),” katanya.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan, Wakil Bupati Soppeng, Lutfi Halide mengakui sering adanya masalah dalam penyaluran pupuk ke petani. Namun, Lutfi juga menyoroti kurangnya perhatian petani untuk membuat RDKK, yang menjadi landasan penyaluran pupuk ke kelompok tani.

Diketahui, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau RDKK merupakan data penerimaan pupuk subsidi yang diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran. (sah/ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru