Tuesday 27 September 2022
spot_img

Smelter Tiran Butuh 56 MW, Biaya Sambungan Listriknya Capai Rp 28 M

KANTOR PUSAT TIRAN GROUP – Grup raksasa Tiran Group milik mantan Mentan Andi Amran Sulaiman (AAS) makin menggurita. Kini, mereka membangun smelter untuk pemurnian biji nikel yang membutuhkan hingga 56 MW listrik. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Tiran Group, perusahaan besarr milik mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS), terus meraksasa.

Jumat (2/7) hari ini, grup perusahaan yang dikembangkan dari dusun kecil di Bakunge, Bone itu, membuat PT. PLN sumringah. Bagaimana tidak, smelter untuk pemurnian biji nikel yang kini dibangun oleh Tiran membutuhkan daya listrik super besar, hingga 56 Megawatt (MW). Untuk mendapatkan pasokan sebesar itu, Tiran sampai harus membayar biaya sambungan tak kurang dari Rp 26 miliar.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat sore, Group perusahaan yang kini dinahkodai Dr. HM Sattar Taba, SE, MIP, menggelar nota kesepahaman dengan PLN di AAS Building di Kawasan Urip Sumoharjo, Makassar.

Tiran Grup memang sangat membutuhkan daya listrik super besar. Hal itu karena mereka akan melakukan investasi besar-besaran dalam suatu Kawasan Industri berbasis smelter nikel. Sebagai tahap pertama, perusahaan rising star yang sedang tumbuh pesat di wilayah timur Indonesia ini akan menandatangani kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp4,9 triliun antara PT Andi Nurhadi Mandiri (ANDM) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd.

Selain dengan PLN, dalam acara ini, akan dilakukan penandatanganan pembangunan satu line smelter senilai Rp1,8 triliun. Di dalamnya termasuk investasi untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung seperti water treatment, perkantoran dan pemondokan, gardu induk, serta fasilitas pendukung lainnya. Empat line smelter tersebut akan menduduki lahan sekitar 50 Ha.

Masa depan smelter tersebut sangat cerah. Bijih nikel (ore) untuk smelter tersebut didukung oleh perusahaan tambang sendiri. Perusahaan tambang yang berjarak sekitar 30 km dari lokasi smelter ini sudah beroperasi sejak lima tahun lalu dan diperkirakan bisa beroperasi selama 40 tahun dengan cadangan yang cukup untuk kebutuhan empat line smelter tersebut. Saat ini, operasi persiapan dan operasi tambang telah terdukung oleh peralatan berat dan dump truck sebanyak 208 unit dan akan ditambahkan dalam waktu segera menjadi 500 unit.

Smelter nikel tersebut akan dibangun dalam suatu Kawasan Industri seluas 5.199 Ha yang juga akan dikelola oleh perusahaan di bawah kendali Tiran Grup. Nantinya, PT Tiran Mineral, sebagai pengelola kawasan, akan mengundang para investor smelter nikel.

Syamsul Huda, Direktur Bisnis Regional PT PLN Sulmapana, secara virtual turut memberi sambutan sebagai bentuk dukungan serius dalam pembangunan smelter ini. On site, dari PLN juga hadir Yohanes Sukrislismono, Executive Vice President PT PLN.

Respon perbankan juga tak kalah langkah. Di antaranya hadir Astra Prawendra dari BJB, Sam dan Heri dari CIMB Niaga. “Terakhir mitra lokal kami dari Bank Mandiri, BRI dan BNI 46 di Makassar hadir menyaksikan langkah besar perusahaan ini”, ujarnya.

Konsentrasi Tiran Grup membangun smelter berorientasi pada pengelolaan sumber daya alam indonesia yang hasilnya kan dinikmati oleh negara. Dengan orientasi ini Tiran Grup diharapkan menjadi contoh pelaku percepatan investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dengan nahkoda Sattar Taba sebagai CEO Tiran Grup, tokoh yang telah berpengalaman menjadi direksi selama puluhan tahun akan memberi lebih banyak ruang gerak bagi Andi Amran Sulaiman (AAS) untuk fokus pada kegiatan sosial dan target-target lain dalam visi perusahaan. (*/mal)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru