Tuesday 06 December 2022
spot_img

Sinyal Haji 2020 Ditunda, Indonesia Belum Kontrak Hotel di Tanah Suci

FOTO: Suasana kamar jamaah haji Indonesia. Pemerintah belum melakukan kontrak hotel karena khawatir Haji 2020 ditunda.

JAKARTA, CELEBESTERKINI – Pemerintah Arab Saudi telah meminta Pemerintah Indonesia untuk merevisi rencana pelaksanaan Haji 2020. Jika pandemik COVID 19 tak kunjung selesai hingga jelang pelaksanaan haji, maka Haji 2020 dipastikan ditiadakan.

Hal itu membuat Pemerintah Indonesia menunda meneken kontrak hotel-hotel di Arab Saudi untuk pelaksanaan haji 2020. Penundaan sesuai dengan imbauan dari Saudi di tengah kondisi wabah virus corona.

Menurut Konsul Haji RI di Jeddah, Endang Jumali, sejauh ini ada 109 hotel di Madinah dan Makkah yang telah deal dengan pemerintah Indonesia dan kontraknya siap ditandatangani. Sebanyak 48 hotel tersebut sudah keluar kesepakatannya, sedangkan 61 hotel belum. “Ada sekitar 109 hotel yang siap sudah mengajukan kontrak setelah deal, kami postpone. Para pemilik hotel Sudah mengetahui tentang kondisi yang terjadi,” kata Endang seperti dilansir kumparan, Kamis (18/3).

Endang mengatakan Indonesia tidak khawatir jika hotel-hotel itu melakukan kontrak dengan negara lain. “Mereka sudah tanda tangan negosiasi, tapi bukan kontrak. Pasar kita lebih besar,” ujar Endang.

Sebelumnya Arab Saudi melalui surat dari Menteri Haji dan Umrah Mohammad Saleh bin Taher Benten awal bulan ini kepada Menteri Agama RI Fachrul Razi meminta Indonesia menunda penyelesaian kontrak untuk pelaksanaan haji tahun ini

Perjanjian kontrak tersebut meliputi hotel dan transportasi bagi para jemaah haji. Alasannya, Saudi tidak tahu sampai kapan wabah virus corona ini berakhir. “Saya berharap kepada Yang Mulia untuk dapat kiranya menginstruksikan Kantor Urusan Haji negara yang Mulia agar menunggu (bersabar) untuk menyelesaikan kewajiban baru berkaitan dengan haji tahun 1441 H hingga jelasnya wabah ini,” kata Benten.

Pelaksanaan haji 2020 akan dilakukan mulai bulan Juli. Endang mengatakan, biasanya penyelesaian kontrak untuk pelayanan haji selesai bulan Sya’ban, sekitar April. Hal ini sesuai dengan Taklimatul Hajj atau Undang-undang Haji Arab Saudi.

Endang menegaskan sampai saat ini pemerintah Indonesia belum melakukan pembayaran apapun. Dalam suratnya kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Endang mengatakan hal ini atas rekomendasi dari pejabat Kementerian Haji dan Umrah. “Hal ini untuk menghindari potensi kerugian apabila ibadah haji tahun 1441H/2020M tidak diselenggarakan,” kata Endang. (kmp/mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru