Wednesday 01 February 2023
spot_img

Selamat Jalan ‘Innovative Police’

  • Pergantian kepala kepolisian di jajaran Polres Soppeng, kembali berjalan. Prosesi pelepasan pejabat lama, AKBP Santiaji Kartasasmita. S.IK dan penyambutan Kapolres baru, AKBP Muh Yusuf Usman, SH, SiK, MT, digelar di Mapolres Soppeng, Sabtu, 7 Januari 2023.

Pelepasan Ajun Komisaris Besar Santiaji berjalan haru biru diwarnai dengan tangisan sejumlah personil Polres yang seperti tak rela melepas polisi humanis ini. Perwira menengah Polri ini memang hanya berbilang 10 bulan lebih menjabat Kapolres, tetapi torehan indah yang ditinggalkan sangat besar dan untuk itu perlu mendapat apresiasi.

Saya mengenalnya sejak awal menjabat dan langsung mengenalnya sebagai polisi yang ramah dan hangat. Meski berpangkat melati dua di pundak, ia tak segan belajar dari sumber manapun. Dari tukang ojek, komunitas warkop, sopir angkot, petani, tokoh agama, pemuda dan masyarakat, hingga akademisi. Ia bahkan sangat populer di kalangan media sehingga menjadi media ‘darling’. Ia sumber berita yang enak dan renyah, sehingga mampu menguasai opini publik di Soppeng. Hanya dalam beberapa bulan, Santiaji melejitkan posisi Polres Soppeng dalam posisi 50 besar polres dengan pemberitaan terbanyak di Indonesia.

Pendekatan awalnya di kalangan strata bawah masyarakat Soppeng itu membuat ia dengan mudah memahami apa yang menjadi kelemahan Polres Soppeng selama ini. Ia mendengar semua keluhan itu dan merancang aksi lanjutan. Pendekatannya ke bawah lebih mudah karena ia datang dengan pakaian preman. Ia melepaskan semua atribut kepolisiannya ketika berdialog di warkop-warkop.

Hasilnya, bisa dilihat hari ini. Keluhan atas pelayanan Polres Soppeng dijawab tuntas. Ia memulai dengan merombak markas polres yang ‘kumuh’. Tak punya uang pembangunan, Santiaji melakukannya dengan cara yang sederhana. Mengecat ulang dinding kusam, menutup atap yang masih model kolonial dan menambahkannya dengan banyak lampu-lampu berwarna kuning. SPKT diubah bak kantor depan hotel, ruang pengurusan SIM dan SKCK dibuat lebih resik dan ia membuat ruangan restorative justice yang indah.

Perubahan dari sisi struktur bangunan tak akan sukses tanpa perubahan mental aparat. Maka, Santiaji kemudian memilih personil terbaik yang bertugas di pelayanan dan kantor depan Polres. Tak ada kesan menyeramkan ketika mengurus sesuatu di Polres Soppeng saat ini. Bimbingan mental digenjot agar personil bisa lebih humanis berhadapan dengan rakyat.

Tuntas di dalam markas, Santiaji bergerak keluar. Rentang jarak personil dengan warga yang selama ini dikeluhkan, diperpendek dengan banyak cara. Ia meluncurkan inovasi Polisi Tenda dan Patroli Mobile. Polisi Tenda dilakukan dengan niat memindahkan layanan kepolisian ke pinggir jalan agar mudah diakses warga. Mobil pick up Polres diubah menjadi pos berjalan dan dia pasangi tenda. Warga dengan mudah bisa melihat personil kepolisian disudut-sudut jalan. Sementara Patroli Mobile digelar dengan mendorong personil berpatroli secara acak disejumlah titik di seantero Soppeng. Cara itu menekan gerak pelaku kriminalitas yang terbukti dengan terus menurunnya jumlah angka kriminalitas.

Sebulan lalu, saya duduk bersama dengannya dalam Forum Seminar Polisi Presisi yang digelar Forum Peduli Masyarakat Soppeng (FPMS). Seminar semarak diikuti oleh ratusan peserta di D’Kayangan Resort & Cafe, Watansoppeng. Oleh panitia saya ditugaskan untuk mengevaluasi dan menguliti kinerja AKBP Santiaji. Panitia seperti sudah tahu bahwa bulan Desember lalu akan menjadi bulan terakhir Santiaji menjabat sebagai Kapolres dan untuk itu perlu ada evaluasi kinerja.

Hampir sepekan saya mencari model evaluasi terbaik dan berkesimpulan sulit mencari celah dari kepemimpinan AKBP Santiaji. Parameter evaluasi yang saya pilih dari ‘Commader Wish’ Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dijawab dengan tuntas Polres Soppeng.

Parameter berupa perintah Reformasi Kultural dengan Menekan budaya koruptif dan menciptakan sosok polisi yang humanis, dijawab dengan aksi. Tak ada berita mengenai pungli di Polres Soppeng selama AKBP Santiaji memimpin. Tak ada pula berita isu mengenai polisi yang bertindak anarkis kepada warga. Saat demo anti kenaikan BBM marak di Indonesia, di Soppeng semua berjalan adem ketika Santiaji justru datang dan duduk bersama pendemo di tengah jalan.

Di sektor perbaikan layanan publik, nyaris tak ada lagi keluhan mengenai pelayanan di Polres Soppeng. Ruangan panas di layanan SKCK dan SIM kini tak ada lagi.

Di sektor peningkatan profesionalisme dalam penegakan hukum, Santiaji menerapkan dengan baik perintah mendahulukan penyelesaian hukum berkeadilan yang dikenal dengan restorative justice. Ia membuat sebuah ruangan khusus yang dingin dan bersih untuk mendamaikan para pihak. Dalam kasus arisan online misalnya, Santiaji banyak dikritik karena memilih penyelesaian berkeadilan. Namun, ia kukuh menempuh cara itu karena ingin menyelamatkan uang anggota arisan yang nyaris hilang.

Di sektor peningkatan stabillitas Kamtibmas, juga terbukti baik. Kinerja itu ditunjukkan dengan makin kondusifnya Kabupaten Soppeng saat ini. Angka kriminalitas menurun dan gesekan horizontal antar warga jarang terdengar.

Perintah Kapolri untuk melakukan manajemen media dituntaskan dengan baik. Media sosial Polres Soppeng dikenal terbuka dan punya followers yang banyak. Publik bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi mengenai polres di dunia maya.

Kepergian Santiaji wajar jika ditangisi. Terlalu banyak yang ia tinggalkan dalam kepemimpinan berbilang bulan itu. Ia meninggalkan ‘legacy’ berupa inovasi yang akan terus terukir dalam benak warga Soppeng. Apalagi, ia memimpin kepolisian ketika institusi ini berada dalam titik nadir atas citranya yang terjun bebas oleh karena banyaknya perilaku aparat kepolisian Indonesia yang bebal.

Ia melawan degradasi citra itu dan kemudian membangkitkannya dengan caranya sendiri. Kita berharap warisan yang ditinggalkannya bisa dipelihara dan ditingkatkan oleh penggantinya AKBP Muh Yusuf Usman, SH, SiK, MT. Santiaji meninggalkan standar yang tinggi untuk AKBP Yusuf, tetapi kita yakin dia mampu melakukan yang jauh lebih baik dari Santiaji.

Terima kasih AKBP Santiaji Kartasasmita, S.IK. Jasamu akan dikenang dan dipelihara oleh semua komponen rakyat Soppeng. Kami akan terus mengingatnya sebagai warisan besar dari seorang ‘Innovative Police’.

  • Dr. Nurmal Idrus, SE, BE, MM
  • Direktur Nurani Strategic Consulting dan Dosen Unipol Soppeng
Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru