Tuesday 06 December 2022
spot_img

Rembesan Darah di Bawah Pintu Kost No. 7, Pengacara Ini Tewas Menggenaskan

CELEBESTERKINI.com, Palembang – Bulu kuduk beberapa penghuni di sebuah kost di Kota Palembang, bergidik bukan kepalang.

Dari kamar nomor 7 indekos Siganti, Jl Dwikora II, Kecamatan IB I, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/4/2020) siang, mereka melihat lelehan darah di bawah pintu. Kamar itu dihuni seorang pengacara bernama Desma Dasari, SH MH, 40. Setelah kamar dibuka, pengacara ini sudah terbujur kaku berlumuran darah.

Menurut Ibramsyah, 47, penjaga indekos, korban sudah menghuni indekos tersebut selama lebih kurang 10 tahun. “Tinggal sendiri dan sudah sekitar 10 tahun jadi penghuni indekos. Penghuni yang lain memberitahu setelah melihat cairan seperti darah keluar dari pintu kamar dan mencium bau yang tak sedap,” terangnya seperti dilansir JPNN yang disarikan ulang Celebesterkinicom.

Ibramsyah mengatakan, pada Jumat (24/4/2020) korban sempat memberikan kunci kontak sepeda motor miliknya. “Sempat kasih kunci motor kepada saya. Dan itu terakhir saya melihat korban,” ujarnya.

Petugas Polsekta IB I Palembang dan petugas piket SPKT Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi kejadian. Cukup menunggu lama, jasad korban dievakuasi sesuai SOP penanganan virus Covid-19 oleh petugas Bid Dokkes Polda Sumsel. “Pagi tadi korban ditemukan penjaga indekos dan penghuni. Posisinya mengeluarkan cairan yang diduga dari dalam tubuh korban. Saat ini jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan dan kami menunggu hasilnya,” terang Kanit Reskrim Polsek IB I, Iptu Ginting SH, kepada awak media di lokasi kejadian.

Sementara itu, Direktur Lembaga bantuan Hukum (LBH) Palembang, Taslim SH MH yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan korban tergabung di LBH menjabat sebagai Kepala Divisi Hak Ekonomi dan Budaya. “Korban juga berprofesi sebagai dosen terbang di Batam. Terakhir kami bertemu dengan korban dua minggu lalu dalam perkara di pengadilan hubungan internasional,” ungkap Taslim.

Dikatakan Taslim, memang korban sering mengeluh sakit beberapa waktu lalu. “Jarang ke kantor karena juga menjadi dosen terbang. Kami kadang bertemu dan kadang tidak,” tukasnya. (JPNN/mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru