Tuesday 06 December 2022
spot_img

Rapid Test Mahal, Pemprov Sulsel Malah Istimewakan Wartawan. AJI Menolak

FOTO: Alat rapid test yang dijual bebas dipasaran langka dan berharga mahal. Pemprov Sulsel melakukan tes cepat COVID 19 gratis kepada puluhan wartawan.



CELEBESTERKINI – Kebijakan Pemprov Sulsel yang memberikan pengistimewaan kepada wartawan untuk melakukan rapid test alias tes cepat COVID – 19 secara gratis menuai penolakan.

Salah satu organisasi wartawan terbesar di Indonesia, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mengeritik kebijakan itu. Harga alat rapid test yang mahal serta langkanya alat itu dipasaran menjadi sumber kritikan.

Penelusuran CELEBESTERKINI menemukan, alat ini banyak ditawarkan di toko online dengan harga bervariasi.
Contohnya, harga sebuah rapid test yang dijual seharga Rp 295.000 dalam ulasan yang ditulis penjual merupakan impor dari China. Akurasi deteksi corona bahkan mencapai 95 persen hanya dalam waktu 15 menit.

Untuk satu alat deteksi itu terdiri dari 1 buah palette kit, 1 jarum, 1 alkohol pad, 1 buah pipet, dan 1 botol dilution buffer. Alat tersebut bisa disimpan dalam waktu 1 tahun.

Pelapak lain di toko online yang sama menjual rapid test dari Hong Kong dengan harga Rp 900.000 per buahnya. Tak banyak deskripsi dari sang penjual selain keterangan alat tersebut baru tersedia pada akhir April.

Kepala Bidang Humas, Informasi, dan Komunikasi Publik Pemprov Sulsel Erwin Werinto mengakui bahwa memang ada jadwal tes cepat untuk wartawan di Makassar yang akan digelar di Klinik Pemprov Kantor Gubernur, Rabu (15/4) hari ini. Namun ia membantah adanya perlakuan istimewa oleh Pemprov Sulsel kepada wartawan.

Rapid test kepada wartawan, mengingat mereka juga salah satu kelompok yang rentan terpapar Virus Corona. Karena sering berinteraksi dengan banyak orang. “Jurnalis menurut kami adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19,” ungkap Erwin seperti dilansir Makassar terkini.

Erwin mengatakan, kegiatan rapid test juga saran dan masukan dari wartawan. Humas hanya mengakomodir wartawan yang berminat melakukan tes. Tidak ada pembatasan bagi wartawan yang ingin ikut tes.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar Nurdin Amir meminta Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tidak memberikan keistimewaan kepada wartawan, untuk melakukan tes cepat atau rapid test Covid-19.
“Pengistimewaan terhadap jurnalis tidak tepat,” kata Nurdin Amir dalam rilisnya, Selasa 14 April 2020.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar tes cepat Covid-19 untuk jurnalis di Kota Makassar, Rabu 15 April 2020.

Sebanyak 50 jurnalis yang sudah mendaftar melalui Humas Pemprov Sulsel akan menjalani rapid test di Klinik Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

AJI Makassar menilai, kebijakan tes cepat khusus untuk jurnalis merupakan sebuah pengistimewaan atau privilese. Padahal Covid-19 bisa menyerang siapa saja.
“Tidak memandang suku, agama, ras dan termasuk profesi seperti jurnalis,” kata Nurdin. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru