Home / Kriminal / Utama

Sabtu, 8 Februari 2020 - 12:30 WIB

PSK Digerebek Anggota Dewan, Aplikasi MiChat Langsung Populer

CELEBESTERKINI – Aplikasi pertemanan MiChat langsung populer pasca penggerebekan NN (26) seorang wanita PSK yang dilakukan anggota DPRRI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade di sebuah hotel berbintang di Padang, Sumbar, Minggu (26/1).

Diketahui, cewek cantik ini dipesan oleh “orang suruhan” Andre dengan aplikasi MiChat. Sontak, aplikasi ini langsung populer. Banyak orang mencari dan menguploadnya. Masih penasaran dengan aplikasi ini, berikut penelurusan Celebesterkini.

Untuk masuk ke aplikasi ini, sebenarnya cukup mudah. Cukup menguploadnya di playstore. Dengan mengetik kata MiChat maka langsung muncul aplikasi yang didominasi warna hijau muda dengan ikon kepala kartun.

Untuk masuk anda perlu mendaftarkan diri dengan menyebutkan email dan nomor telepon. Nomor telepon harus yang sudah tersemat di smartphone karena jika sudah mendaftar maka akan ada konfirmasi lewat pesan singkat. Setelah itu, anda sudah bisa masuk menjadi bagian dari MiChat. Aplikasi akan meminta anda memasukkan foto profil dan nama.

Sampai di sini penyalahgunaan bisa saja terjadi. Sebab orang yang mendaftar bisa saja menampilkan foto orang lain dan juga nama samaran.

Saat sudah masuk dan terdaftar, maka aplikasi ini akan menuntun kita ke pertemanan. Amat mudah mencari teman karena kita tinggal klik permintaan pertemanan pada akun yang kita inginkan. Keunggulannya, aplikasi bisa menentukan prioritas pertemanan berdasarkan jarak dimana posisi terakhir kita.

Celebesterkini mendapati banyak keanehan di aplikasi ini. Pasalnya, jika masuk dalam kategori pertemanan khusus perempuan maka akan terpampang puluhan gambar perempuan dalam posisi terdekat dari lokasi kita. Anehnya, mayoritas perempuan memasang status dengan kode BO. Dalam bahasa gaul BO berarti Booking. Foto profil mereka juga sebagian besar bergambar seksi.

Jika mau masuk terlalu dalam, maka cobalah menyapa salah satu di antaranya. Maka, tak akan lama ada jawaban dan saat itu transaksi terjadi. Transaksi meliputi harga, cara bayar dan kamar tempat eksekusi. Ada yang mensyaratkan transfer duluan ada juga yang dibayar ketika sudah bertemu.

Terkait dengan itu, Kemenkominfo mengatakan semua jenis aplikasi memang rentan disalahgunakan untuk melakukan transaksi ilegal, dalam hal ini prostitusi online. 

“Kami ikuti kasus itu dan kami cek itu tidak ada fitur yang menyediakan itu [prostitusi online]. Hanya memang aplikasi apapun pasti akan ada yang menyalahgunakan untuk kepentingan prostitusi online, kata Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/2).

Pria yang akrab dipanggil Nando ini mengatakan pihaknya tidak bisa memberi cap kepada MiChat sebagai aplikasi penunjang prostitusi online.

 Pasalnya penyalahgunaan aplikasi dilakukan oleh pengguna. Michat tidak menyediakan fitur yang mendukung prostitusi online atau transaksi ilegal lainnya. “Kami tidak tidak bisa menjadikan Michat sebagai aplikasi penunjang prostitusi online. Tidak fair juga kalau kami katakan demikian. Kami yang jelas mengawasi seluruh aplikasi,” kata Nando.  (mg2).

Share :

Baca Juga

Politik

Diskusi Politik

Bisnis

Lejja dan Tiga View “Surga”

Kriminal

Ketagihan Nonton BF, Pacar Jadi Sasaran

Daerah

Cafe Keadilan, Nuansa Baru Ditengah Dahaga Hukum

Utama

Selfi Yamma, Dilamar Anggota DPRD

Kriminal

Warga Menggerebek di Sumur Tua, Masya Allah.. Kakak-Adik Lagi Kuda-Kudaan

Kriminal

Pamer “Ngocok” di Mobil, Ditangkap deh…

Politik

Pemerintah Tunggu Usulan Perppu Penundaan Pilkada, Pengamat Ini Bilang KPU Jangan Gegabah