Saturday 10 December 2022
spot_img

Poros Camba Macet Total, Bulu Dua Berkubang, Jiwa Menangis Jajal Tol Jawa

MULUS – Kondisi Tol Jawa di wilayah Jawa Timur. Tol yang menghubungkan Jakarta – Surabaya ini membelah Pulau Jawa dan memangkas jarak kota-kota besar di Jawa. Celebesterkini.com, menjajal tol ini dua pekan lalu, untuk membandingkan kondisi berbeda di wilayah Sulawesi. (istimewa)

CELEBESTERKINI.com, Surabaya – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Sulawesi Selatan, membuat miris terutama jika membandingkannya dengan kondisi di Pulau Jawa. Berkendara ke jazirah Utara dan tengah Sulsel terutama yang menuju ke area Bone, Soppeng dan Wajo, menjadi deraan fisik tersendiri bagi pengendara. Via Camba, pengendara dihadapkan pada kondisi jalan yang sempit, berkelok dan rusak. Sementara via Buludua, kondisinya setali tiga uang. Selain sempit, kubangan bak kolam di tengah jalan menjadi pemandangan yang umum.

Tak banyak pilihan bagi warga Sulsel dan juga Sulawesi pada umumnya untuk merasakan jalan yang mulus sehingga bisa lebih cepat ke tujuan. Maka, cukup wajar jika kita agak cemburu ketika melihat kondisi infrastruktur di Pulau Jawa yang amat istimewa. Tersambungnya Tol Jawa yang mengkoneksikan ujung barat hingga ke Timur Jawa membuat penduduk di pulau ini amat gampang mengakses semua wilayah.

Dua pekan lalu, media ini mencoba membuktikan keampuhan konektivitas Jawa dengan menjajal tol ini. Awalnya, saya berpikir untuk memulai petualangan dari Surabaya hingga Jakarta. Namun, waktu yang masif membuat kami memilih star di Surabaya, lalu ke Yogyakarta dan kembali lagi Surabaya lalu lanjut ke Malang.

Tepat pukul 10.30 Wib, Sabtu 27 Maret 2021, Celebesterkini.com, memulai penjelajahan Tol Jawa yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo, tahun lalu. Di gogle map, jarak Surabaya – Yogjakarta disebut 324 KM dengan perkiraan waktu tempuh 4 jam lebih. Itu setara jarak Makassar – Palopo yang normalnya ditempuh hingga 8 jam.

Petualangan dimulai dari pintu masuk pertama di Pintu Tol Waru, Surabaya. Untuk melewati tol ini, anda perlu mengisi sebanyak-banyaknya stok pulsa kartu unik (saya memakai Flazz BCA). Pasalnya, dengan jarak sejauh itu, total pembayaran tol yang harus dikeluarkan sekira Rp 265 ribu.

Mulai dari pintu Waru, kendaraan masih banyak. Namun, setelah melewati Tol Surabaya – Mojokerto, jalan langsung lengang. Mengendarai mobil Innova ber CC 2.500, saya puas menginjak gas sedalam mungkin. Berpuluh – puluh kilometer jalan membentang lurus, luas dan mulus. Nyaris tanpa pernah mengerem.

Peta Tol Jawa

Kondisi nyaman berkendara ini membuat hati seperti miris ketika membayangkan kondisi jalan di Ruas Camba atau Ruas Buludua dimana kita harus berjibaku dengan jalan berlobang, sempit dan rusak berat. “Kapan ya seperti ini di Sulsel,” guman saya.

Dari Pintu Waru menuju pintu keluar ke Yogyakarta di Pintu Colomadu di Tol Semarang – Solo, saya berkendara sekira 3 jam 15 menit. Padahal, jaraknya dari Surabaya sekira 260 KM. Itu kira-kira seperti jarak Makassar – Enrekang yang biasanya ditempuh tanpa henti dalam 7 jam. Padahal, tercatat dua kali saya singgah di rest area yang tersebar di sepanjang tol.

Bicara mengenai rest area di tol Jawa, sungguh membuat kita yang dari Sulawesi cemburu berat. Di rest area semua tersedia untuk kenyamanan berkendara. Ada tempat istirahat gratis, makanan yang beragam, masjid yang indah dan SPBU.

Tol Jawa sendiri berjarak total 870 KM dari Jakarta menuju Surabaya plus Malang. Dan, kini pemerintah sementara berupaya menyambung hingga ujung paling timur Jawa di Bayuwangi dengan total jarak 1.150 KM. Bahkan, tol ini rencananya akan disambung dengan Tol Bali. Nantinya, pengendara berhenti di Pelabuhan Ketapang Bayuwangi lalu naik Fery dan turun bersama kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali.

Kita berharap, segera ada tol serupa yang dibangun di Sulsel. Rencana pembangunan tol Mamminasata adalah asa itu. Semoga saja. (Rian/mal)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru