Saturday 10 December 2022
spot_img

Poros Buludua Makin Parah, Kubangan Besar Buat Kemacetan Panjang

KUBANGAN – Warga berupaya menimbun kubangan namun tak banyak membantu. Antrian panjang dari kedua sisi jalan terjadi. Kemacetan terpanjang terjadi dari arah Makassar. (IST)

CELEBESTERKINI.com, Barru – Adangan pemudik tak lagi hanya petugas perbatasan yang memberlakukan larangan mudik. Khusus pemudik yang melewati Poros Buludua yang menghubungkan wilayah Barru dan Soppeng dan menjadi jalur alternatif dari Makassar, Soppeng dan Wajo dan sebaliknya, adangan lain adalah ruas jalan yang kondisinya kini makin parah.

Pantauan Celebesterkini.com yang melewati ruas ini, Rabu 5 Mei 2021, sekira pukul 14.40 WITA, memperlihatkan kondisi fisik jalan sudah sangat memprihatikan. Kondisi itu diperparah karena saat dilewati hujan mengguyur wilayah itu.

Selain tingkat keparahan yang sudah tak ditoleransi lagi terutama di wilayah Ralla, Barru, tingkat keparahan baru muncul di Desa Harapan, Barru, hanya beberapa meter jelang perbatasan Barru dan Soppeng dari arah Makassar.

Kendaraan kecil susah payah melewati kubangan. (ist)

Pada sebuah jembatan kecil tepat di depan Taman Wisata Puspa Pesona, Desa Harapan, Tanete Riaja, kubangan lumpur terbentuk dengan setinggi betis. Akibatnya, pengendara harus antri satu per satu memasuki jembatan. Antrian panjang dari kedua sisi jalan terjadi. Kemacetan terpanjang terjadi dari arah Makassar. Ratusan kendaraan pemudik yang memanfaatkan hari terakhir sebelum penutupan perbatasan tertahan di jembatan ini.

Sejumlah kendaraan dengan grade rendah harus berjuang melewati kubangan lumpur. Beberapa di antaranya terpaksa harus didorong oleh warga karena tak mampu menembus kepadatan lumpur. “Tadi, beberapa pemotor juga jatuh karena jalan sangat licin,” kata Arif, warga setempat yang bersama warga lain berupaya menimbun kubangan. Upaya warga menimbun kubangan tak berarti banyak karena tebalnya lumpur dan hanya memakai alat seadanya.

Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi poros Buludua yang seperti tak mendapat perhatian pemerintah. “Padahal, jalan ini sangat penting bagi kami karena jalur Camba sudah sangat padat,” kata Tabi, sopir angkutan dari Sengkang. (sah/ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru