Monday 26 September 2022
spot_img

Polisi Lutim Kumpul Mantan Napi Teroris, Ini yang Dibahas

PERTEMUAN KEBANGSAAN – Mereka bertemu dalam rangka menjalin sinergitas untuk mewujudkan kerukunan antar warga maupun antar umat beragama. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Kepolisian Luwu Timur bersama seluruh stakeholder masyarakat lainnya, bertemu dengan sejumlah mantan narapidana teroris serta keluarga narapidana teroris lainnya, di Tomoni, Luwu Timur, Kamis, 22 September 2022.

Mereka bertemu dalam rangka menjalin sinergitas untuk mewujudkan kerukunan antar warga maupun antar umat beragama.

Silaturahmi Kebangsaan tersebut berlangsung di aula Hotel Sikumbang Jl. Trans Sulawesi No. 1 Kec. Tomoni Kab. Luwu Timur dengan mengangkat tema “Melalui silaturahmi kebangsaan, Kita satukan tekad melawan radikalisme untuk memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 Demi Indonesia Jaya”.

Silaturahmi kebangsaan tersebut, bertujuan meningkatkan peran dan sinergitas dalam menjaga stabilitas keamanan seluruh stakeholder. Para mantan napiter diharapkan bisa menjadi mitra Polri dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas kamtibmas khususnya dalam upaya menangkal radikalisme yang akan merongrong keutuhan negara atau ancaman terhada kedaulatan NKRI, dan kerukunan warga maupun antar umat beragama tetap terjaga sehingga persatuan dan kesatuan di kabupaten Luwu timur semakin kokoh.

Silaturahmi kebangsaan, dihadiri oleh Camat Tomoni Ibu Catur Dyan Sintawati, S, MM bersama dengan Danramil Mangkutanan Kapten Kav. Mujahid, Kapolsek Mangkutana AKP I Nyoman Sutarja, S.Sos serta Sekretaris MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kab. Luwu timur H. Andi Mursaha Junaid, S.Pd.

Camat Tomoni dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi kebangsaan untuk pertama kalinya diselenggarakan di wilayah Kabupaten Luwu timur yang dihadiri oleh mantan narapidana terorisme dan keluarga napiter.

Sementara Kapolsek Mangkutana dan Danramil Mangkutana dalam sambutannya masing-masing mengedepankan penting mengamalkan 4 pilar kebangsaan. ”Pentingnya memahami 4 pilar kebangsaan yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berkehidupan berbangsa dan bernegara, dan nilai-nilai yang sejalan dengan hal tersbut adalah Gotong-royong, toleransi, kerukunan dan hidup berdampingan tanpan memandang suku, agama dan sebagainya. 4 pilar kebangsaan itu meliputi Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai Bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara” Kata Kapolsek Mangkutana AKP I Nyoman Sutarja.

Pembicara dalam Silaturahmi Kebangsaan di Luwu Timur.

Sedangkan Sekretaris MUI Kab. Luwu timur dalam sambutannya mengatakan bahwa “Agama Islam merupakan agama yang lemah lembut dan tidak pernah mengajarkan kekerasan. Tantangan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk saat ini yaitu adanya segelintir kelompok yangmenganggap seakan-akan dirinya paling benar dan memganggap merekalah pemegang kunci surga sehingga saling membenci antara agama maupun sesama agama. Dan Marilah kita bersama-sama mencinta Negara kita dengan menjunjung tinggi 4 (Empat) pilar kebangsaan dan tidak membedakan antar agama. (*/mal)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru