Saturday 10 December 2022
spot_img

Pilkades Soppeng, Desa dan Warganya Harus Berdaulat

  • OPINI: MUH. TARIQULLAH

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 10 desa se kabupaten Soppeng akan dilaksanakan pada Rabu, 23 November 2022 mendatang.

10 desa yang akan melaksanakan Pilkades berada di 5 wilayah kecamatan dari 8 kecamatan yang ada di kabupaten soppeng, yakni diantaranya: Kecamatan Marioriwawo terdiri dari Desa Gattareng Toa, Goarie, Gattareng, Watu dan Desa Soga. Kecamatan Liliriaja yakni Desa Pattojo. Kecamatan Lilirilau yakni Desa Tetewatu dan Desa Masing. Kecamatan Ganra adalah Desa Lompulle, serta Kecamatan Citta yakni Desa Tinco.

Pilkades serentak kali ini dipastikan berbeda dari pada tahun 2020 sebelumnya, dimana Pilkades kali ini tergolong seru dan bergensi dikarenakan sekarang kita sudah masuk tahapan Pemilu. Selain itu, hasil Pilkades 2022 ini akan berpengaruh langsung terhadap persaingan menuju Pilkada Soppeng 2024 mendatang.

Tingginya pengaruh politis terhadap Pilkades Soppeng 2022 memang tak bisa dihindari. Namun, diperlukan kedewasaan berpolitik dari semua yang terlibat dalam Pilkades itu dengan tetap mengedepankan nilai-nilai sipakatau dan sipakalebbi dalam bingkai Yassisoppengi yang menjadi pondasi kuat kebersamaan warga Soppeng selama ini.

Yang paling penting pula apapun dinamika di Pilkades, desa dan juga warga desa tetap harus berdaulat. Siapapun calon yang menang di Pilkades nantinya yang di untungkan itu adalah desa dan
masyarakatnya. Pilkades harus terlaksana dengan riang gembira.

Harapan kami mari kita ciptakan Pilkades yang aman, tertib dan bermartabat. Untuk itu, beberapa point penting mesti dikedepankan dan dipedomani demi suksesnya penyelenggaraan Pilkades diantaranya:

  1. Meminta kepada para calon kepala desa dan para pendukung calon untuk tetap pada koridor dan patuh pada regulasi Pilkades serta tetap memegang prinsip ‘ Siap kalah siap menang’ dengan mengedepankan kekeluargaan, kepentingan masyarakat desa adalah diatas dari kepentingan pribadi atau kelompok.
  2. Menghimbau kepada Penyelenggara/Panitia Pemilihan Pilkades baik ditingkat Kabupaten maupun Panitia Pemilihan di tingkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Petugas TPS untuk tetap bekerja secara Independent, Jujur dan bertanggungjawab.
  3. Mengajak kepada masyarakat desa agar proaktif dan menjadi Alarm, tetap mengawasi tahapan pilkades utamanya Pemungutan dan Penghitungan suara dikarenakan dalam pilkades tidak ada tim pengawas tekhnis yang melekat di desa untuk mengawasi, melaporkan temuan yang dianggap berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pilkades.
  4. Berharap kepada pihak pemerintah, pihak keamanan dan semua Stakholder di Pilkades agar bersikap adil dan profesional serta dapat menahan diri, jangan sampai ada oknum yang ingin memanfaatkan untuk mendukung dan bermain politik praktis di pilkades dengan menguntungkan salah satu calon kepala desa tertentu dan berakibat mencederai hasil pilkades.

Terakhir, mari kita semua menunggu hasil Pilkades yang terbaik dan bersiap menerima hasil pemenang. Semoga pilkades dapat berjalan aman, tertib, kondusif dan demokratis. (*/rls)

  • Muh.Tariqullah adalah Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD-KAHMI) Kabupaten Soppeng dan juga masih tercatat sebagai Tim Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa PDTT di Kabupaten Soppeng.
Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru