Saturday 10 December 2022
spot_img

Perintahkan Toko Bintang Tutup, Walikota Akui Anak Buahnya Salah Persepsi

FOTO: Toko Bintang di Jalan Veteran Selatan, sebelum tutup sementara operasi. (Istimewa)




CELEBESTERKINI – Polemik pemberian izin operasi terhadap toko aksesoris handpone, Bintang, ternyata berawal dari kesalahpahaman aparat Pemkot Makassar dalam menilai aturan PSBB.

Hal itu diakui langsung oleh Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, mengomentari polemik yang membuat gaduh publik dan juga antar anak buahnya di lapangan. “Terkait kesalahpahaman terhadap izin salah satu toko aksesoris handphone (Bintang-red) itu sudah kita perbaiki. Rupanya kemarin ada tim kita yang mempersepsikan itu bagian dari yang dikecualikan, sehingga dikeluarkan izin,” ujar pejabat eselon II di Pemprov Sulsel ini.

Atas hal itu Iqbal meminta maaf karena anak buahnya telah membuat kegaduhan yang justru harus dihindari dalam masa krisis pandemi COVID19 ini. “Surat pencabutan izinnya sudah saya tandatangani, jadi sudah tidak boleh lagi beroperasi,” tegas Iqbal dalam keterangan yang dikirimkan Humas Pemkot Makassar yang diterima Redaksi Celebesterkini, Minggu (26/4).

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Makassar, Imam Hud, mengaku kelimpungan dan menjadi bahwa tertawaan ketika akan menutup beberapa tempat Usaha yang masih membandel pada hari kedua pelaksanaan PSBB, Sabtu lalu. Ia mengaku heran karena ketika akan menghentikan operasi Toko Bintang di Jalan Veteran Selatan, pihak toko malah memperlihatkan selembar surat izin operasi yang dikeluarkan Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Makassar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muh Rusli sendiri selaku pemberi izin mengungkapkan alasannya memberikan izin karena Toko Bintang menyediakan perlengkapan elektronik.
“Kalau hape rusak atau apa (siapa yang sediakan). Jadi saya bilang betul juga. Saya bilang yang penting persyaratan-persyaratan dan Undang-undang dalam Perwali dijalankan,” ungkapnya, Sabtu (25/4/2020).

Rusli mengatakan, pihak Toko Bintang berjanji akan menjalankan aturan tersebut dan siap menerima sanksi pidana jika terbukti melanggar. “Kalau physical distancing tidak dijalankan berarti dia melanggar kesepakatan,” kata dia. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru