Saturday 10 December 2022
spot_img

Pergi Karaoke dan Nempel-Nempel dengan Gadis Pemandu di Masa Karantina, Kades Ini Terancam 1 Tahun Bui

FOTO: Sejumlah warga yang digerebek polisi dijemur di halaman Polres Rembang setelah kedapatan melanggar aturan social distancing di masa karantina wabah COVID-19. Salah satu diantaranya adalah Kepala Desa. (detik)



CELEBESTERKINI – Memilih bersenang-senang dan tak punya empati pada penanggulangan wabah COVID-19, seorang Kepala Desa di Kecamatan Karangan, Kebupaten Rembang, Jawa Tengah, terancam penjara 1 tahun.

Sang kades ditemukan sedang bernyanyi dan bersenang-senang dengan sejumlah rekannya ditemani gadis-gadis pemandu karaoke yang seksi, kawasan hiburan malam, Senin (20/4) dinihari tadi.

KBO Satreskrim Polres Rembang Iptu Tikno menjelaskan, total ada 34 orang yang dibawa ke Mapolres Rembang karena berkerumun. Mereka kemudian dimintai keterangannya.

Mereka diamankan dari beberapa lokasi berbeda yakni Kafe Dragon, Kafe Mak Rabo, Kafe Segoro yang berada di Kecamatan Kragan, serta satu kafe di Desa Bonjor Kecamatan Sarang. “Dua malam ini kami menggelar operasi di kafe karaoke di sejumlah lokasi di Rembang. Pertama kami mengamankan 17 orang, di antaranya ada Kades salah satu Desa di Kabupaten Rembang. Kemudian semalam lagi ada 17 orang, semuanya dibawa ke Polres,” jelas Tikno seperti dilansir detik, Senin.

Puluhan warga tersebut kemudian diperiksa kesehatannya di Mapolres Rembang. Termasuk dilakukan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto menambahkan mereka diamankan lantaran jelas-jelas tidak mematuhi Maklumat Kapolri dan Surat Edaran Bupati Rembang terkait social distancing dan pembatasan jam buka guna pencegahan penyebaran virus Corona. “Sudah beberapa kali polisi menyampaikan imbauan agar menghindari kerumunan. Padahal nyata-nyata jelas di situ ada Maklumat Kapolri yang terpasang namun tidak diindahkan. Tim patroli kami mengambil tindakan tegas melaksanakan tindakan pengamanan,” terang Dolly.

Mereka yang diringkus tersebut diancam dengan Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 dan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2016 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Mereka terancam hukuman 1 tahun penjara. (dtc/mal)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru