Jetpack
Hosting Unlimited Indonesia

Home / Makassar / Utama

Kamis, 13 Februari 2020 - 21:40 WIB

Pendapatan Rp 8 Juta/Hari, Ini Curhat Direksi Perusda Terminal

FOTO: Terminal Malengkeri yang jorok dan tak terurus dikeluhkan direksi baru Perusda Terminal. (PEDOMANKARYA)

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Pendapatannya terdengar besar. Saban hari, Perusda Terminal mengaku mendapat Rp 8 – 9 Juta. Namun direksi tetap mengaku tak bisa berbuat banyak dengan pendapatan sebesar itu.

Hal itu terungkap ketika Komisi B DPRD Makassar gelar rapat kerja bersama tiga Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) yang baru saja dilantik, Kamis (13/02/2020). Rapat yang dipimpin langsung Ketua Komisi B DPRD Makassar, William Laurin serta dihadiri Wakil Ketua II DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile ini meminta  direksi dari tiga Perusda yang baru saja dilantik untuk melakukan pembenahan dalam mencapai peningkatan Pendapatan Asli Daerah kota Makassar.

Dirut PD. Terminal yang baru saja dilantik, Arsony mengatakan akan melakukan pembenahan di dua terminal yang dimiliki oleh kota Makassar. “Kami ini kan baru namun tentu saja Kami akan lakukan pembenahan  di terminal kita. Kami hari ini menyampaikan kondisi aktual terminal kita saat ini. Dimana kondisi di terminal daya itu 60 persen fasilitas nya mengalami kerusakan. Begitupun dengan terminal Malengkeri ada sekitar 80 persen fasilitas nya rusak,” ungkap Arsony.

Selain itu, ia memastikan akan memangkas pegawai yang berkinerja buruk untuk mengurangi beban gaji mengingat pemasukan di terminal yang sangat memprihatinkan. “Kami akan melakukan perampingan bagi yang tidak bekerja maksimal. Minimal kami tidak akan menambah pegawai. Titipan dari manapun tak akan ada penambahan biar titipan dari anggota dewan,” tegas Sony.

Terkait pembenahan di kedua terminal yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar, Arsony menyebut perlunya penyertaan modal. Hal ini lantaran pemasukan yang ada di terminal yang hanya Rp 8 sampai 9 juta per hari tak bisa diharapkan. “Kalau hanya mengandalkan modal dari terminal biar 10 tidak ada berubah. Begitu-begitu saja. Kami datang ke sini untuk curhat. Untuk diberikan solusi,” tambahnya.

Sementara itu, Wiliam yang memimpin rapat mengatakan persoalan yang terjadi di terminal Makassar bukan lagi persoalan yang baru. Bahkan persoalan ini sudah menjadi persoalan yang lama. “Dan pasti sebelum mengajukan diri untuk menjadi direksi sudah tahu kondisi demikian. Persoalan ini sudah menjadi persoalan yang lama dan pasti direksi tahu persoalan ini sebelum mengikuti proses untuk menjadi direksi,” ungkap William.


Ia menambahkan, persoalan terminal menjadi krusial yang harus jadi perhatian. Ia pun mendesak direksi yang baru untuk segera bekerja dan membuktikan ke publik bahwa mereka dapat memperbaiki kondisi yang terjadi di terminal saat ini. “Jadi perbaikan yang akan dilaksanakan oleh direksi silahkan dilakukan. Kami tunggu dan kami akan evakuasi seperti apa hasilnya,” tutupnya. (mg2)

Iklan
Iklan

Share :

Baca Juga

Utama

Wajo Buat Saingan Gojek

Utama

Ruangan Mewah KPK di Kantor Gubernur, Ada Apa?

Utama

Mantan Istri Sule Meninggal, Ini Cara Mencegah Serangan Jantung

Daerah

Temuan Diabaikan, TPP tak Dibayarkan

Bisnis

Karena ‘Habibie’ Pinrang, Kawazaki Ninja 150 RR Diburu

Daerah

Perangi DBD, Warga Puji Quick Respon Puskesmas Malaka

Utama

Kampung Nurdin Abdullah Diterjang Banjir, Warga Mulai Dievakuasi

Bisnis

Seleksi Direksi PDAM Makassar, Mantan Dewas Ini Sebut Hamzah Pilihan Terbaik