Tuesday 06 December 2022
spot_img

Pemkot dan Warga Makassar Gagal Terapkan Physical Distancing

FOTO: Suasana ruas Jalan AP.Petarani Makassar yang tetap ramai pada Selasa lalu. Makassar gagal terapkan Physical Distancing. (FB)



CELEBESTERKINI – Suasana ruas-ruas jalan di Kota Makassar yang saban hari ramai melahirkan kesan bahwa Pemerintah Kota Makassar gagal dalam mengendalikan warganya menerapkan Physical Distancing. Maka, cukup wajar jika angka positif COVID-19 di kota ini terus melonjak.

Kota Makassar menjadi menjadi wilayah di Sulawesi Selatan yang paling banyak ditemukan kasus virus Corona. Data terakhir Pemprov Sulsel menyebutkan, saat ini ini ada 81 orang positif Corona di Kota Makassar dari total 128 orang positif Corona di Sulsel. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Makassar juga terdata 152 orang.

Tak hanya Pemkot Makassar yang gagal tetapi kesadaran warga Makassar juga diuji. Fakta itu membuktikan bahwa tingkat kepatuhan warga kota ini masih rendah. “Kita biasa-biasa saja. Keluar saja cari nafkah karena pemerintah juga tak jelas jaminannya,” kata Rinald Dianta, warga di Jalan Hertasning Raya.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Ichsan Mustari memprediksi banyak positif Corona di Kota Makassar yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). “Kalau di Makassar ini analisis kami OTG pasti akan banyak karena ada local transmission seperti ini,” ujar Ichsan dalam keterangannya melalui konferensi video di Kota Makassar, Senin (6/4).

Penambahan kasus positif Corona di Sulsel setiap harinya berasal dari penularan lokal di Kota Makassar. Meski penyebaran virus Corona di Kota Makassar memprihatinkan, kesadaran masyarakat di Kota Makassar untuk menjaga jarak atau social distancing dinilai masih kurang. Hal ini dilihat dari masih ramainya jalanan di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir. “Ini sepanjang jalan perjalanan saya melihat tidak ada sama sekali perubahan (di Kota Makassar) dengan adanya COVID-19 ini, tidak ada physical distancing. Itu yang menjadi pertimbangan bahwa ini menjadi masalah besar kita karena angka-angka (positif Corona) ini akan meningkat,” kata Ichsan Rabu (8/4) malam tadi.

Rancang PSBB Kota Makassar

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah tengah melakukan identifikasi masalah untuk mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar terkait penanganan virus corona COVID-19. Jika memenuhi syarat, Pemprov Sulsel akan mengajukan usulan PSBB kepada pemerintah pusat. “Belum (ditetapkan PSBB di Makassar), kita masih identifikasi masalah kalau memenuhi syarat untuk PSBB baru kita usulkan,” ujar Nurdin kepada detikcom, Kamis (9/4/2020).

Meski PSBB belum ditetapkan di Makassar, Nurdin menyebut pihaknya telah melakukan beberapa langkah di Kota Makassar untuk mencegah virus Corona. Di antaranya memberlakukan sistem belajar di rumah bagi peserta didik mulai dari TK, SD, SMP, SMA (atau yang sederajat) hingga mahasiswa di perguruan tinggi. Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Makassar juga tengah dibatasi jam operasionalnya. “Sebenarnya sebelum PP PSBB di buat beberapa langka sdh kita lakukan,” tuturnya. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru