Saturday 10 December 2022
spot_img

Pembina Pramuka Itu Dua Kali Menodainya, Saat Pingsan dan Sudah Jadi Mayat

Pelaku Aldy Sukma Wijaya pasca ditangkap.


CELEBESTERKINI – Tempat Aldy Sukma Wijaya (19), seorang pembina Pramuka, mungkin seharusnya bukan lagi di dunia. Tergoda oleh kecantikan siswi yang didiknya ia menodainya dengan sangat bejat hingga dua kali, saat pingsan dan saat sudah jadi mayat.

Adalah RN (13) siswi SMP di Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumetara Selatan dibunuh pembina pramukanya itu. Pembunuhan berawal saat Kamis (3/4/2020) malam, Aldy Sukma Wijaya (19) sang pembina pramuka mengirim pesan Facebook ke RN. Aldy meminta RN datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan Pramuka pada Jumat (3/4/2020) pukul 09.00 WIB. Pesan tersebut diterima RN. Gadis 13 tahun itu pergi ke sekolah walaupun kegiatan belajar mengajar libur karena wabah corona.

RN diantar oleh orangtuanya. Tanpa curiga, siswi kelas 1 SMP itu masuk ke sekolah dan orangtuanya menunggu di depan pagar sekolah. Di dalam sekolah, RN bertemu dengan Aldy. Sang pembina pramuka itu lalu mengajak RN ke lapangan belakang sekolah. Ia kemudian menyuruh RB balik badan. Tanpa banyak bicara, pemuda 19 tahun itu memukul bagian belakang tubuh RN menggunakan balok kayu yang sudah ia siapkan. RN pun pingsan. Aldy kemudian membawa tubuh RN ke hutan belakang sekolah. Ia mengira RN telah tewas.

Aldy kemudian mencabuli tubuh RN. Namun ia terkejut saat melihat tubuh RN masih bergerak. Karena panik, Aldy menusukkan kayu ke tubuh RN berulang-ulang. Setelah dipastikan tewas, Aldy memperkosa mayat RN. “Dugaannya pembunuhan ini sudah direncanakan oleh pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres OKU AKP Wahyu saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (4/4/2020) seperti dilansir Kompas.

Jatuh cinta dan jadi pembina pramuka agar bisa bertemu Aldy sudah cukup lama jatuh cinta pada RN. Pada polisi, Aldy menyebut jika RN memiliki wajah yang cantik. Aldy selama ini sering memperhatikan RN yang tinggal dekat dengan rumahnya. Bahkan Aldy rela membantu kegiatan pramuka di sekolah RN tanpa dibayar agar bisa dekat dengan RN.

Namun cinta sang pembina pramuka bertepuk sebelah tangan. Ia tak berhasil merebut hati gadis 13 tahun tersebut. “Saya sudah lama naksir, tapi susah mendekatinya,” kata Aldy. Ia juga mengatakan hingga pembunuhan terjadi, tak ada hubungan asmara antara dia dengan RN.

Sementara itu, kepala sekolah RN, Sugiri mengatakan bahwa pelaku adalah alumni dari SMPN yang sama dengan korban dan rumah mereka dekat dengan sekolah. Ia juga menegaskan bahwa pelaku tidak ada ikatan kerja dengan SMPN tersebut. “Memang sering bantu-bantu melatih pramuka tapi dia tidak punya SK dan tidak dibayar,” kata Sugiri.

Dari TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa satu batang kayu bulat dengan panjang 80 sentimeter dan pakaian pramuka milik korban. (KMP/mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru