Saturday 10 December 2022
spot_img

Pembatasan Ketat di Soppeng Tapi Investasi Tetap Menggeliat, Ini Harapan Investor

  • INVESTASI – Di saat krisis ekonomi akibat pandemi, geliat invetasi baru di Soppeng berjalan baik. Seperti terlihat dalam pembukaan lahan di Jalan Kayangan, Soppeng, yang rencananya akan dibangun cottage. (FOTO:IST)

CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Kebijakan pembatasan sosial yang berbeda dan lebih ketat dari daerah lain, ditempuh oleh Pemkab Soppeng.

Mulai dari pengetatan perbatasan, operasi penegakan Prokes COVID19 yang dilakukan rutin, pembatasan operasional tempat wisata dan kuliner, membuat daerah ini berbeda dengan daerah lain.

Namun ternyata hal itu tak menyurutkan langkah para investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Buktinya, belasan kawasan investasi baru dengan nilai ratusan hingga miliaran rupiah terlihat dibangun.

Beberapa titik yang dikonfirmasi celebesterkini.com, seperti pembangunan tempat kuliner berbasis vokasi perikanan di Lebbae, Desa Timusu, Liliriaja, Pondok Labempa di Lompulle, Desa Ganra dan juga pembangunan resort di Jalan Kayangan, Kota Watansoppeng.

Ada apa sehingga para pemilik modal itu berani menanamkan uangnya di tengah pembatasan yang dilakukan Pemkab Soppeng. M. Yasir, investor rencana tempat kuliner berbasis vokasi perikanan di Lebbae, mengaku sudah menghitung bakal sulitnya mengembalikan modal jika kondisi itu terus berlangsung. “Namun, kami ini anak muda yang selama ini berkiprah di Makasar, rasanya lebih bangga dan lebih tenang menginvestasikan dana di kampung sendiri,” kata bos jaringan usaha penjualan handphone, Persiden HP Makassar, beberapa waktu lalu.

Anak muda ini mengaku telah menghabiskan ratusan juta untuk lahan yang mulai dibangunnya di pinggir poros Labessi – Soppeng itu.

Di Kota Watansoppeng, investasi lain muncul. Berada di Jalan Kayangan, saat ini telah mulai dikerjakan sebuah rencana pembangunan cottage dan cafe. Pemilik investasinya adalah konsultan politik kondang dari Nurani Strategic, Nurmal Idrus. Dikonfirmasi di Makassar, Rabu 27 Maret 2021, akademisi di Universitas Lamappapoleonro Soppeng ini tak mau membuka nilai investasinya. “Kecil ji sebenarnya, hanya memanfaatkan lahan tidur yang sudah lama saya beli,” katanya.

Tempatnya tergolong strategis karena berada di pinggir Jalan Kayangan dengan view bukit. Diyakini tempat ini akan menghadirkan nuansa baru karena tempatnya yang teduh dan tenang namun tak jauh dari pusat kota. Nurmal sama dengan Yasir yang belum bisa menghitung BEP alias balik modalnya. “Saya menghitung tak akan balik dalam lima tahun. Tapi kalau Pemkab Soppeng memberi dukungan penuh, sebenarnya prospeknya bagus,” ujarnya.

Pondok Labempa, Ganra, Soppeng

Andi Jamaro Dulung, pemilik Pondok Labempa juga mengaku menginvestasikan dananya demi menggerakkan perekonomian daerahnya. “Ya, sebuah kebanggaan jika bisa ikut membangun daerah sendiri,” ujarnya.

Pengamat ekonomi Makassar, Dr. Rasyid Jiran, meminta Pemkab setempat segera membantu para calon investor ini. “Di saat ekonomi sulit seperti sekarang, investasi adalah barang yang sangat mahal. Maka ketika ada yang mau menanam uangnya, Pemda setempat harusnya menjemput bola dengan bantuan regulasi, perizinan dan dorongan promosi,” katanya.

Efek domino dari keberadaan invetasi baru itu juga besar. “Pembukaan lapangan kerja baru, perputaran uang yang lebih besar dan tentu saja pendapatan baru bagi daerah,” katanya. (SAH/REN)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru