Monday 26 September 2022
spot_img

“Peluru” Untuk NH

  • Sebuah video yang dibuat di aplikasi tik-tok, mendadak viral. Video yang menampilkan aksi tik-tok mantan Ketua Golkar Sulsel, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Koordinator Badan Pemenangan Pemilu dan Badan Saksi Nasional, Nurdin Halid, mendadak menjadi pembicaraan karena menyebar hanya beberapa jam pasca penangkapan nan menghebohkan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah(NA) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Sabtu 27 Februari 2021, dinihari.

Tik tok itu menggelitik karena menampilkan aksi joget tokoh yang sering disapa NH itu yang kemudian dihubungkan dengan penangkapan NA. Antara video NH dan penangkapan NA memang rawan dihubungkan apalagi melihat jejak rekam rivalitas keduanya di Pilgub Sulsel 2018 lalu.

Nurdin Halid yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar meraih 1.153.814 atau 27.36% dan hanya berselisih ratusan ribu dukungan dengan Nurdin Abdullah dan Sudirman Sulaiman yang meraih 1.824.516 atau 43.27%. Banyak yang menduga, andai keduanya berhadapan satu lawan satu, maka sebenarnya NA – ASS berpotensi tumbang oleh NH – Azis. Kehadiran dua pasangan lainnya menggerus perolehan dukungan NH – Azis.

Maka, kasihan NH. Sebab, belakangan diketahui video tik tok itu sebenarnya dibuat bukan sekarang apalagi setelah penangkapan NA. Dalam klarifikasi langsungnya ke media termasuk ke celebesterkini.com, NH menyatakan video itu dibuat awal tahun 2020 yang direkam khusus untuk menghibur peserta Tasyakkuran dan HUT Partai Golkar Sulsel di Gedung CCC, 8 Maret 2020 lalu. Saat tasyakuran itu, video ini ditampilkan di depan ribuan hadirin yang kemudian digabungkan dengan tik-tok serupa dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Penangkapan NA memang mengubah banyak peta politik di Sulsel dan terutama sekali persepsi mayoritas pemilih. Tak kurang yang kemudian menyesali pilihannya kepada NA – ASS dan meratapi kegagalan NH – Azis. Maka, situasi yang dialami NH ini juga menjadi pertanda bahwa rivalitas para tokoh politik Sulsel yang membidik Pilgub Sulsel 2024, telah dimulai. Dan, sasaran pertamanya adalah NH yang diyakini masih mempunyai pengaruh kuat di grass root pemilih.

NH menjadi target pertama karena hingga hari ini kekuatan politiknya tak lekang di DPP Golkar. Jika ingin lagi, ia bisa saja menggerus peluang Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe yang juga kemungkinan berkeinginan mencalonkan diri.

“Peluru” pertama dilontarkan kepada NH karena posisinya yang masih kuat di mata pemilih dan menjadi tokoh terzalimi pasca Pilgub 2018. Pemilih dimungkinkan tak lagi menjadikan rekam jejak korupsi sebagai acuan karena shock dengan kasus NA yang justru meruntuhkan kepercayaan pemilih yang terlanjur mengagungkannnya sebagai tokoh bersih.

Padahal, hingga kini, NH entah dimana. Ia seperti mundur dari kancah politik Sulsel dan membiarkan NA – ASS menikmati kemenangannya hingga KPK memorakporandakannya. Tahun 2018 beberapa hari pasca Pilgub, ia memilih mengakui kemenangan NA – ASS lebih cepat dari perkiraan. Kita tak akan pernah tahu apa isi hati NH dengan kasus NA ini. Tak ada komentar dari dirinya terkait kejadian itu, sama halnya ia memilih tak melakukan tembakan balik pasca “peluru” tik-tok disemburkan kepadanya. Atau, mungkin dia masih melihat situasi terkini. Wallahuallam.

Redaksi

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru