Saturday 10 December 2022
spot_img

Parepare Dalam Kepungan Tiga Klaster Corona

FOTO: KM Lambelu saat sandar pelabuhan Makassar. Menyumbang Klaster baru untuk Parepare.




CELEBESTERKINI.com, Parepare – Kota Parepare termasuk dalam daerah dengan paparan COVID19 yang tinggi di Sulsel. Sebagai kota jasa, sulit bagi pemerintah setempat membendung serangannya.

Dalam waktu singkat, jumlah positif COVID19 di Parepare mencapai angka 16 orang. Mereka adalah pasien dari sumbangan tiga klaster yang sekarang mengepung kota ini. Tiga kluster penyebaran itu adalah Klaster Lambelu, Klaster Kapurung dan Klaster Lakessi.

Teranyar, salah seorang pedagang di Pasar Lakessi berinisial J (65) dinyatakan terjangkit virus tersebut. “Ini kami masih tracking dari mana pasien tersebut mendapatkan virus tersebut. Sebelumnya ada pasien yang dirawat dengan riwayat perjalanan dari rumah, kantor, dan Pasar Lakessi. Makanya kami menyebut mereka klaster Lakessi,” ujar jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Parepare Halwatiah, Kamis (7/5/2020).

Halwatiah mengkhawatirkan klaster ini bakal sulit dikendalikan. Pasalnya, pasien J adalah penjual sayur dan makanan di area pasar. Pasien itu juga menjual kopi untuk para pedagang ikan. “Dia juga menjual minuman, seperti kopi, untuk para pedagang ikan. Dia banyak bersentuhan dengan orang lain,” sebutnya.

Saat ini, kata Halwatiah, pihaknya juga telah melakukan screening terhadap anggota keluarga pasien. Tiga anggota keluarganya telah dilakukan rapid test dengan hasil reaktif Corona.

Sementara Klaster Kapurung menandai transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Kota Parepare.

Beberapa orang di Parepare dinyatakan positif tertular virus corona setelah mengikuti acara makan kapurung, penganan khas Palopo, di Perumahan Lompoe Mas, Kota Parepare,Sulawesi Selatan. “Satu keluarga dinyatakan positif setelah acara kumpul bareng untuk menyantap hidangan kapurung. Proses tranmisinya itu, penyebarannya karena satu di antaranya pernah kontak dengan orang yang mambawa virus,” kata Halwatiah, Senin (4/5/2020).

Serangan pertama COVID19 diketahui adalah sumbangan dari Klaster Lambelu. Ada satu orang dari Parepare yang merupakan awak kapal KM Lambelu. Ia bagian dari 151 awak kapal dan mitra PT Pelni di atas KM Lambelu yang sandar di Pelabuhan Makassar, awal April 2020 lalu. Mereka semua sebelumnya telah menjalani pemeriksaan swab uji Covid-19 dengan hasil laboratorium menyatakan, 92 diantaranya terkonfirmasi positif meski masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Lalu 59 orang lainnya berstatus negatif.

Diantara 25 yang positif pun sebelumnya terpaksa harus dirawat di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Makassar. Pasalnya mereka dideteksi ada penyakit bawaan yang dianggap berpotensi memperburuk kesehatannya. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru