Tuesday 27 September 2022
spot_img

Pandemi Buat Pijat Sepi, Pilih Layanan BO Bertarif Rp 650 Ribu

  • Ilustrasi seorang terapis pijat melayani pelanggannya. Di Bandung, sejumlah terapis pijat seperti ini terpaksa menambah layanan berhubungan badan karena kurangnya pelanggan yang datang akibat pandemi. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Bandung – Pandemi COVID19 menyikut kesana-kemari. Sektor hiburan dan relaksasi tubuh seperti layanan pijat berimbas. Banyak pelanggan enggan ke panti pijat karena takut tertular atau keuangan yang memang lagi seret.

Akibatnya, sejumlah terapis pijat di Kota Bandung, Jawa Barat, tak lagi hanya melayani pijat untuk pria yang lagi keletihan. Tetapi juga melayani bookingan (BO) berhubungan badan.

Hal itu terungkap saat jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung membongkar praktik prostitusi terselubung berkedok layanan spa dan panti pijat di sebuah hotel di Kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi amankan dua orang berinisial R (24) dan D (43). Keduanya diketahui sebagai mucikari. Keduanya diamankan, pada Minggu (17/1/2020) malam. Selain amankan dua orang tersebut, polisi juga turut amankan enam orang wanita yang dijadikan pekerja seks komersial.

Untuk mengelabui polisi, bisnis esek-eseknya ditutupi dengan berpura-pura untuk memberikan jasa pijat.
“Mereka sudah beroperasi selama enam bulan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang, saat ungkap kasus di Gedung Satreskrim, Senin (18/1/2020), dilansir Kumparan.

Adanan mengatakan, keduanya bekerja menetap di salah satu hotel yang turut menyediakan layanan spa atau pijat. Hotel itu berada di kawasan Cimbeuleuit, Kota Bandung.

Awalnya, keduanya hanya memberikan layanan pijat saja. Namun belakangan, keduanya pun memberikan layanan tambahan, berupa pelayanan untuk berhubungan tubuh dengan para terapis. “Tarifnya 650 ribu. Yang itu dibagi, mereka mucikari dapat 300 dan sisanya 350 untuk para terapis,” ucap dia.

Untuk menjalankan bisnisnya, kedua mucikari itu, menawarkan secara langsung kepada para pelanggannya. Ada juga yang menawarkan melalui via daring.

Adanan menyebut, saat ini keenam orang terapis masih dimintai keterangan, untuk pendalaman penyidikan. Mereka berstatus sebagai saksi, dalam kasus ini. “Saat ini masih kita periksa semuanya. Termasuk dengan para terapisnya,” pungkasnya.

R salah satu mucikari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, menyebut, jika bisnisnya ini baru di mulai saat pertengahan pandemi Covid-19. “Baru enam bulan. Kalau pijatnya sudah dua tahun. Karena saat kayak gini (pandemi) pelanggan berkurang. Jadi nambah (layanan esek-esek) kata R, di waktu dan tempat yang sama. (sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru