Sunday 25 September 2022
spot_img

Misteri Kode Villa dan Vila untuk Kencan Semalam di Puncak Bogor

  • Kalimat villa dan vila yang tertulis dipenawaran sejumlah orang di pinggir jalan menuju Puncak Bogor ternyata merupakan kode khusus. Kode penuntun untuk pria pencari kencan semalam. (tribun)

CELEBESTERKINI.com, Bogor – Bisnis prostitusi di jalur puncak sudah lama menjadi rahasia umum. Banyak pekerja seks komersial ( PSK ) yang menjajakan diri di kawasan pucak selama puluhan tahun terakhir.

Namun masih banyak yang belum tahu ada semacam kode-kode bagi penikmat prostitusi di kawasan puncak. Misalnya seperti tulisan vila dan villa yang ternyata beda arti.

Perbedaan tulisan itu menjadi semacam kode bagi calon pelanggan prostitusi Geliat bisnis prostitusi di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat kerap menjadi perhatian. Keberadaan pekerja seks komersial ( PSK ) di Puncak Bogor seolah telah diketahui banyak orang.

Ditambah dengan menjamurnya Vila nampak membuat para pelaku leluasa menjalankan bisnis prostitusi. Tak jarang ditemukan penyedia jasa penginapan di kawasan Puncak Bogor.

Biasanya, penyedia jasa penginapan itu berada di sisi jalan sambil memegang papan. Selain itu, penyedia jasa penginapan itu mengenakan stelan baju hangat lengkap dengan kupluk. Adapun senter dan papan bertulisan ‘ Vila’ dipegang penyedia jasa penginapan. Namun, tak semua tempat penginapan dijajakan serupa.

Dikutip dari TribunnewsBogor.com 2017 lalu, terkait tulisan ‘ Vila’ di papan tersebut, ternyata terselip kode terselubung. Tulisan yang ada di plang papan itu terdiri dua tipe, yakni ‘ Vila’ dan ‘villa.’

Mungkin pengunjung berpikir bahwa perbedaan tulisan tersebut hanya karena bahasa yang digunakan yakni antara bahasa Indonesia dan Inggris.

Namun berdasarkan keterangan penjaga Vila Puncak tidak demikian. Perbedaan dua penulisan tersebut merupakan kode bagi para calon pelanggan.

‘Vila’ diartikan sebagai penginapan yang ditawarkan kepada pengunjung adalah Vila biasa. Sementara ‘villa’ dengan dua ‘L’ ternyata mempunyai kode dimana si perantara Vila tersebut juga memiliki layanan ‘plus-plus.’

Jasa plus-plus disini dimaksudkan untuk layanan teman wanita. “Ya itu variasi aja sih, rata-rata juga udah pada tahu soal itu mah. Tapi kebanyakan yang dateng itu nanya langsung, mereka diminta nyariin (plus-plus) buat dia di Vila yang dipesan,” ujar penjaga vila Uceng, Selasa (4/7/2017).

Ia mengatakan, abang-abang Vila yang di sepanjang jalur Puncak itu rata-rata per orang memegang sepuluh Vila. Di mana nanti pengunjung bakal diantar ke Vila sesuai pilihan pengunjung dan dia mendapatkan komisi dari pemilik Vila. “Nanti dia dapet komisi dari Vila rata-rata sebesar Rp 200 sampai 500 ribuan, nah kalo pengunjungnya minta dilayani PSK, dia juga dapet lagi dari PSK Rp 100 sampai 200 ribu,” katanya.

Menurutnya, kemajuan teknologi juga berguna dan kerap dipakai untuk kelancaran bisnis esek-esek ini. “Kalo sekarang mah udah pake hape, yang dateng tinggal liat fotonya trus tinggal dipilih, PSK nya diam aja di kosan, nunggu,” katanya.

Berkaitan dengan hal itu, Polres Bogor baru-baru ini berhasil mengungkap praktik prostitusi di kawasan Puncak Bogor.
Penjaga vila berinisial LS (33) di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor jadi tersangka dalam pengungkapan praktik prostitusi tersebut.

LS menjalin kerja sama dengan seorang mucikari berinisial NO (35) yang menjajakan sejumlah perempuan pekerja seks komersial (PSK) atau korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mulai dari yang usia 17 tahun sampai usia 31 tahun.

Dalam pengungkapan praktik prostitusi di tengah pandemi ini, LS karyawan vila menyasar para pengunjung atau wisatawan yang hendak menginap di vilanya. “Korban ini melayani tamu karena ada permintaan dari tersangka LS, ini salah satu karyawan (vila). LS ini menelepon seseorang atas nama NO yang selaku mucikarinya. NO inilah yang menyedikan,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun di Mapolres Bogor, Cibinong, Jumat (22/1/2021).

Harun menuturkan bahwa tersangka LS menawar layanan PSK kepada hidung belang langsung di vila saat calon pelanggannya hendak menginap di vila. “Mereka (hidung belang) menyewa vila kemudian mereka masuk nanti dari karyawan inilah yang menyambungkan ke mucikari. Ya, di lokasi,” katanya.

Praktik prostitusi yang dilakukan NO dan LS ini, sudah berjalan selama 1 tahun dan tetap subur di tengah pandemi ini.

Serta NO mengaku memiliki 6 PSK atau korban TPPO yang siap diantar ketika ada panggilan dari LS. “Tidak ada unsur pemaksaan karena mereka saling mengenal antara NO dan korban. Korban sebagai saksi saja, korban tersebut kita kembalikan ke orang tuanya masing-masing,” kata Harun. (*/mal)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru