Jetpack
Hosting Unlimited Indonesia

Home / Utama

Kamis, 13 Februari 2020 - 20:56 WIB

Miras Masuk Mall, Dewan Berang

FOTO: RDP Komisi A DPRD Makassar dengan Pemkot Makassar terkait miras masuk mall. (HUMASDPRD)

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Terbongkarnya praktek penjualan Minuman Keras (Miras) di dua cafe di mall yang berbeda di Makassar, mulai menggelitik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar.

“Harus segera ditindak, jika pelanggarannya sudah jelas maka harus segera ditutup,” kata Anggota DPRD Makassar, Nunung Dasniar, Kamis (13/2). Bersama dengan rekan-rekannya di Komisi A, Nunung terus memburu sikap Pemkot Makassar dalam Rapat Dengar Pendapat, Gedung DPRD Makassar, Kamis tadi.

Rapat yang dipimpin langsung Ketua Komisi A DPRD Makassar, Supratman, berlangsung sedikit panas karena para anggota komisi menginginkan Pemkot langsung bertindak. Namun, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, M. Yasir, mengaku pihaknya akan bertindak sesuai prosedur tetap dalam Perda. “Ada peringatan pertama hingga ketiga yang waktunya masing-masing 14 hari. Jika tetap diabaikan maka kami akan segera minta satpol PP untuk bertindak,” katanya.

Nunung bahkan terus mencecar. “Acuan kami saat ini terkait penjualan miras yaitu peraturan daerah (Perda) No.4 tahun 2014. Tak ada penjualan miras yang dilakukan di tempat umum seperti mal,” tegasnya. “Kami dari komisi A meminta agar tempat itu segera ditutup. Tak boleh lagi ada miras dijual di mal. Jika ada pengusaha yang menjual miras, usaha tersebut harus ditutup,” tukasnya. (mg2)

Iklan
Iklan

Share :

Baca Juga

Pendapat Redaksi

Makna Dukungan Aco

Daerah

Wajib Selalu Tampil Cantik, Calon Duta wisata Soppeng Diajar Dandan

Utama

Dua Terpanggang, Kebakaran di Soppeng Rugikan Ratusan Juta

Bisnis

Gas 3 Kg: Rp 35.000?, Sakitnya Tuh.. di Sini

Utama

Wahyu Setiawan Berompi Kuning KPK dan Minta Maaf Kepada Rakyat Indonesia

Utama

Demi Wanita, Pangeran Harry Pergi Dari Istana

Daerah

Jangan “Mencuri”, Lihat Cara BPK Periksa Fisik Proyek

Politik

Langkah Pertama, Amirullah Nur Memohon Restu Anak Yatim Piatu