Tuesday 06 December 2022
spot_img

‘Mappatabe’ Bersikap Keras ke Warganya, Ini Kebijakan Ekstrem Bupati Kaswadi

FOTO: Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, berbicara tegas saat menyampaikan sambutan dalam pembagian sembako, di Watansoppeng, Jumat (1/5). Ia mengeluhkan masih banyaknya warga Soppeng yang bandel untuk mengikuti anjuran pencegahan COVID19. (pemkabsoppeng)




CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Bupati Soppeng, Sulsel, Haji Andi Kaswadi Razak, sedikit demi sedikit mulai hilang kesabaran menghadapi sebagian warganya yang tak menaati aturan isolasi.

Saat berbicara dalam acara penyerahan bantuan Paket Bansos Sembako bagi warga terdampak Covid 19 di Gedung Pertemuan Masyarakat Watansoppeng, Jumat (1/5/2020), Kaswadi ‘mappatabe’ (mohon izin) kepada warganya untuk mulai bersikap keras. “Dalam situasi seperti ini, kita butuh suatu kebersamaan, tidak bisa kita beranggapan, bahwa segala sesuatunya adalah kehendak Allah SWT. Tapi kita diwajibkan Untuk berusaha, kita harus kerja, kita harus sama sama selamat,” katanya tegas, seperti dilansir media online, mediatanews.

“Untuk itu, tolong disampaikan kepada masyarakat minimal keluarga, kami telah melakukan berbagai upaya termasuk sosialisasi dan berharap agar masyarakat menyadari situasi ini, bagi yang tidak sadar maafkan kami, akan kami tindak tegas demi keselamatan kita semua”ujarnya

Lebih jauh Kaswadi mengungkapkan keinginannya untuk membebaskan Kabupaten Soppeng dari Covid 19. “Meskipun konsekuensinya banyak tantangan, banyak hambatan yang kita hadapi,kami harus tegas demi menyelamatkan masyarakat Soppeng Dari Covid 19 ini” tandas Kaswadi.

Celebesterkinicom mencatat, Bupati Kaswadi termasuk kepala daerah dengan inovasi penanggulangan COVID19 yang beragam. Hingga Jumat ini, angka positif Corona di Soppeng sudah mencapai 3 orang. Untuk mencegah penyebaran virus ini, Bupati yang dikenal merakyat ini mengeluarkan beberapa kebijakan ekstrem seperti ini:

  1. Daerah pertama yang menerapkan kebijakan kunci perbatasan sejak 20 Maret 2020 atau hanya berselang sehari sejak kasus pertama COVID19 di Sulsel yang diumumkan 19 Maret 2020.
  2. Memberikan hukuman jaga perbatasan kepada puluhan pemilik Warkop yang ngotot beroperasi.
  3. Operasi masker yang dilakukan dengan menggelandang pengendara dan warga yang berkeliaran tapi tak punya masker. Langkah itu dilakukan pasca melakukan sosialisasi dan pembagian masker selama sepekan.
  4. Membeli alat uji RPC yang dipakai untuk swab test pasien Corona. Soppeng menjadi kabupaten pertama di Sulsel yang memiliki alat mahal yang dibeli dari Jerman itu.
  5. Daerah pertama yang menyiapkan rumah sakit khusus untuk pasien Corona. Rumah sakit itu adalah bekas rumah sakit lama yang dilengkapi ruang isolasi dan uji RPC.
    (mg2)
Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru