Tuesday 06 December 2022
spot_img

Manuver Golkar dan Cerita Tentang Hoax yang Diinginkan

FOTO: Empat pimpinan parpol di Makassar bersama DP dan Zunnun NH saat diperkenalkan di acara Musyawarah Rakyat di CCC, Sabtu.

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Kehadiran para petinggi Partai Golkar di pagelaran Musyawarah Rakyat yang digelar di CCC, Sabtu (22/2), oleh tim pemenangan bakal calon Walikota Makassar, Ramdhan ‘Dani’ Pomanto (DP), melahirkan spekulasi baru.

Golkar Sulsel yang telah resmi mengirimkan tiga nama ke DPP untuk calon 01 Makassar yaitu Syamsu Rizal, Dani Pomanto dan Irman Yasin Limpo, sepertinya telah mengunci calon. Kehadiran Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid dan Ketua Golkar Makassar Farouk M Betta yang ddampingi oleh puluhan fungsionarisnya, mengindikasikan bahwa partai ini telah merapat ke DP.

Beredar kabar bahwa kehadiran mereka di acara yang dihadiri ribuan massa DP itu, dilakukan setelah DP memberikan lampu hijau atas syarat Golkar untuk mengusung Zunnun NH sebagai wakilnya. Zunnun adalah mantan Anggota DPRD Sulsel yang juga putra sulung Nurdin Halid. Saat pimpinan parpol yang hadir diperkenalkan di atas panggung di acara itu, Zunnun juga ikut naik dan berfoto bersama. Zunnun bersama DP adalah dua orang yang bukan pimpinan parpol di panggung. Keduanya diperkenalkan bersama Ketua PDIP Makassar Suhada Sappaile, Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali, Ketua PPP Baharuddin Baso Tika dan Ketua Golkar Makassar Farouk M Betta.

Pasca acara itu dikalangan media beredar sebuah surat yang berisi permohonan DPD 1 Golkar Sulsel ke DPP untuk mencalonkan DP sebagai calon walikota dan Zunnun sebagai wakil walikota. Surat itu kemudian dibantah oleh Golkar. “Itu hoax. Tak sesuai tata cara persuratan Partai Golkar,” bantah Jubir Golkar Sulsel, Risman Pasigai. Surat itu memang janggal karena tak berstempel dan diteken oleh Kadir Halid, bukan Nurdin Halid yang berposisi sebagai ketua.

Namun meski dibantah keinginan Golkar untuk mendorong Zunnun bukanlah hoax. Zunnun menyatakan siap dengan kondisi apapun terkait masa depannya di Pilwali Makassar. “Saya hanya ikut arus saja. Semua orang kan punya hak politik untuk itu, apalagi ini kesempatan terbaik untuk membangun daerah ini,” katanya, Sabtu.

Pria berusia 34 tahun ini menyerahkan sepenuhnya ke Partai Golkar atas pencalonannya. “Saya serahkan ke Golkar saja,” ujarnya singkat.

Analis politik dari Nurani Strategic, Rahmat Hidayat, menyebut peluang Zunnun untuk maju ke pencalonan sangat besar. Itu jika Golkar mengendurkan tawarannya dengan tak lagi memburu posisi walikota. “Partainya mengendalikan 5 kursi yang sangat mahal. Jumlah itu sangat dibutuhkan di Makassar tapi tak cukup untuk mengejar posisi walikota, apalagi Golkar bukan pemenang di Pemilu Makassar. Jadi, ketika Golkar datang dengan tawaran 02 maka dia menjadi maghnet dan menjadi tawaran yang menggiurkan. Disitu mengapa kemudian sodoran posisi 02 Golkar untuk Zunnun sangat seksi,” katanya. (mg3)

Surat Golkar yang dianggap hoax
Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru