Home / Makassar / Utama

Minggu, 26 April 2020 - 11:32 WIB

Makassar Bukan Jakarta, Semua Berharap PSBB Cukup Sekali

FOTO: Suasana Jalan Gunung Bawakaraeng Makassar yang sedikit lengang, Sabtu. Berharap PSBB tak diperpanjang. (Istimewa)




CELEBESTERKINI – Deraan ekonomi mulai melukai warga Makassar. Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah biangnya.

Kebijakan untuk memutus rantai penyebaran virus mematikan COVID19 yang akan berjalan 14 hari mulai 24 April – 7 Mei 2020 ini, dianggap sebagai pukulan telak bagi sektor ekonomi Kota Makassar. “Seperti kota-kota metro lainnya, Makassar paling merasakan dampaknya karena pertumbuhan ekonominya ditopang penuh sektor jasa. Sementara dalam PSBB sektor jasa adalah sektor yang harus dihentikan sementara,” kata pengamat ekonomi Makassae, Dr. Hilamul Arsyad, Sabtu (25/4).

Kebijakan merumahkan pekerja karena tempat usaha tutup membuat perputaran uang menjadi kecil. Minimnya pergeseran dana itu menghantam para pekerja yang selama ini sangat mengandalkan penerimaan harian dan bulanan yang konsisten. “Jika tak ada usaha yang buka maka tentu tak ada pemilik uang yang beli. Uang tertahan di beberapa orang dan kemudian ada pihak lain yang kesulitan mendapatkannya,” katanya. Stimulus dari pemerintah juga tak dapat diandalkan karena kemampuan yang terbatas. “Paling mungkin pemerintah hanya bisa bagi sembako dan sedikit uang tunai. Tapi, tentu itu tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan harian mereka,” tambahnya.

Baca Juga  WFH di Makassar, Anggota DPR-RI Ini Tuntaskan Tugas dengan Aplikasi Zoom

Untuk itu, Hilamul berharap PSBB cukup hanya satu tahap dan tak perlu seperti Jakarta yang terpaksa harus kembali memperpanjang masa pemberlakuannya. “Cukup sekali saja. Makanya, semua harus patuh untuk tetap tinggal dulu di rumah,” tambahnya.

Pj. Walikota Makassar Iqbal Suhaeb juga berharap tak ada lagi perpanjang PSBB seperti Jakarta. “Kita berharap Ini akan sangat efektif dalam mengurangi pergerakan orang, sehingga potensi penyebaran virus Covid-19 betul-betul bisa kita hentikan. Nawaitu kita PSBB di Makassar hanya satu tahap saja, yakni 14 hari. Semoga tidak ada perpanjangan seperti DKI Jakarta karena itu pasti akan semakin melambatkan pergerakan roda ekonomi warga kita. Namun tentu ini tergantung kedisiplinan, kepatuhan dan kesabaran kita semua menjalankan aturan PSBB ini” ujarnya, di Makassar, Jumat (24/4).

Baca Juga  Bikin Merinding, Kata Vega Darwanti Habis Vaksin: Lebih Sakit Malam Pertama

Dg Gassing, tukang becak yang mangkal di Jalan Pongtiku mengakui dirinya sangat tertekan dari sisi ekonomi sejak beberapa hari ini. “Kalau anak-anak tak sekolah maka tak ada antaran. Padahal itu mi andalan saya tiap bulan dari orang tua anak-anak itu. Penumpang tak bisa lagi diharap karena kita kalah sama gojek itu” katanya. (mg2)

 55 total views,  3 views today

Share :

Baca Juga

Politik

Musda Golkar Sulsel tak Virtual, Peserta Tetap Datang ke Lokasi

Politik

Daftar Ketua Golkar Makassar, Appi Bisa Menciptakan Keseimbangan di Pemerintahan DP – Fatma

SEPUTAR CELEBES

Desa Pising Lanjutkan Pembagian BLT, 80 KK Dapat Jatah Rp 300 Ribu / Bulan

Kesehatan

Termewah, OTG dan ODP Sulsel Dikarantina di Hotel Bintang 4. Begini Fasilitasnya

Makassar

Legislator Ini Sebut Banyak Bangunan tak Miliki Amdal di BiringTa, Salah Satunya Toko Besar ini

Politik

DP Tinggalkan Golkar, Ini Curhat ‘Mak Comblang’ DP – Zunnun

Makassar

Alarm Bahaya, Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Mendominasi di Sulsel

SEPUTAR CELEBES

Kabupaten Pinrang -
Susah Keluar Rumah karena Sakit, Warga Ini Didatangi Dukcapil
Chat Sekarang
Butuh Bantuan ?
Salam Kami Celebes Terkini.
Apa yang bisa kami bantu ?