Sunday 25 September 2022
spot_img

Main di Parepare, PSM Bisa Bikin Mabuk Skuad Bali United Sebelum Bertanding

  • BALI UNITED – Juara bertahan Liga 1 2021 Bali United akan dijamu PSM Makassar pada, 29 Juli 2022, di Parepare. Bakal kesulitan recovery karena menempuh perjalanan jauh. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Tak hanya nilai ekonomi yang akan diperoleh Parepare dengan menjadikan Stadion BJ Habibie sebagai home base PSM Makassar di Liga 1.

Namun, PSM juga punya keuntungan lain dengan bermain di Parepare dari sisi non teknis terhadap seluruh tamunya yang akan menantangnya kelak. Tak lain dan tak bukan karena posisi Parepare yang tergolong jauh dari Bandara Hasanuddin, tempat semua tim tamu akan mendarat dengan pesawat.

Seperti diketahui jarak Bandara Hasanuddin dengan Kota Parepare pada kisaran 154 KM. Dalam keadaan normal, perjalanan sejauh itu akan ditempuh lebih dari 3 jam. Artinya, recovery tim lawan bakal berat sebelum menghadapi PSM yang sudah menunggu duluan beberapa hari di Parepare. Tim lawan bakal ‘mabuk’ duluan sebelum memasuki Stadion BJ Habibie. Apalagi, kondisi ruas Makassar – Parepare hari ini sangat ringkih dengan lubang dimana nama yang akan membuat kendaraan sebagus apapun terus bergoyang sepanjang perjalanan.

Tim juara bertahan Liga 1 2021/2022, Bali United yang akan dijamu perdana PSM di Parepare, Jumat, 29 Juli 2022 , mendatang bakal menjadi korban pertama dari jauhnya home base PSM itu. “Saya yakin lawan PSM akan kesulitan mengatur strategi kedatangan mereka di Parepare. Dengan jadwal kompetisi yang ketat, mereka bakal kesulitan mengatasi problem perjalanan darat yang bakal menguras tenaga skuad mereka sebelum berhadapan PSM,” kata mantan Juru Bicara PSM, Dr. Nurmal Idrus, MM, Selasa, 16 Juli 2022, malam.

Nurmal menyebut, izin penggunaan Stadion BJ Habibie, bisa dianggap sebagai privilage yang diberikan PSSI kepada Juku Eja. “Sebab, sebenarnya PSSI bisa menolak Parepare karena terlalu jauh dari Bandara terdekat. Ini harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Direktur Nurani Strategic ini membeberkan seluruh tim Liga Indonesia pernah merasakan hal sama termasuk PSM saat masih ada Klub PKT Bontang di Kalimantan Timur, pada era Ligina beberapa tahun lalu. “Dulu, kalau kita mau lawan PKT Bontang strategi perjalanan harus disusun betul. Sebab, jarak Bandara Sepinggan di Balikpapan dengan Bontang itu lebih dari 200 KM dengan 5 jam perjalanan darat. Pemain masih oleng dan belum recovery, sudah harus menghadapi tuan rumah. Kita sering kalah dengan mudah di Bontang,” katanya. (sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru