Saturday 10 December 2022
spot_img

Lutra Terus Tekan Kelahiran Anak Cebol, Ini Caranya

TEKAN – Angka stunting alias anak cebol di Luwu Utara sejak 2018 – 2020, terus mengalami penurunan. Tahun 2018 tercatat 31,1% angka stunting dan kini menurun menjadi 19,65% di 2020. (IST)

CELEBESTERKINI.com, Masamba – Anak yang tumbuh tidak normal dari sisi fisik atau stunting, menjadi masalah umum di negeri ini. Faktor kekurangan gizi menjadi salah satu sebabnya.

Kebupaten Luwu Utara juga menghadapi kondisi ini. Walau data terakhir menunjukkan daerah ini terus mengalami kemajuan dalam perang melawan kelahiran anak cebol di daerahnya. Dari data laporan e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat melalui sistem elektronik) disebutkan bahwa angka stunting di Luwu Utara sejak 2018 – 2020, terus mengalami penurunan. Tahun 2018 tercatat 31,1% angka stunting di Luwu Utara. Angka itu kini menurun menjadi 19,65% di 2020. Capaian ini tentu luar biasa, sekaligus menggembirakan, karena target nasional adalah 14% di tahun 2024.

Berbagai cara pun dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara. Salah satunya dengan memberikan dukungan penuh kepada Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN) Luwu Utara dalam upaya pencegahan stunting di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Utara melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN). “Kita berharap program pencegahan stunting bisa dioptimalkan melalui FORIKAN bekerjasama dengan TP-PKK melalui Dasa Wisma,” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Adapun yang diharapkan dalam kolaborasi tersebut, sebut dia, adalah dapat mendorong konsumsi makan ikan dengan mengolah berbagai makanan dari ikan agar kasus stunting dapat ditekan di 1.000 hari pertama kelahiran bayi. Karena menurut dia, dua tahun usia awal manusia dapat ditentukan apakah stunting atau tidak. “Alhamdulillah, Luwu Utara tahun 2020 konsumsi ikan kita 59,50% dan target konsumsi ikan tahun 2021 adalah 60,09%,” beber Indah, di Masamba, Minggu, 25 April 2021.

“Kita harapkan target ini dapat mengalami peningkatan dan bisa melampaui target,” harap dia menambahkan. Masih, kata dia, program peningkatan konsumsi ikan adalah upaya sistematis dan terstruktur yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, sehingga program ini harus mendapatkan dukungan yang lebih serius lagi. “Terus lakukan kampanye yang masif, tidak hanya melalui media sosial, tapi juga melalui penguatan kemitraan,” imbuhnya.

Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan ini mengungkapkan bahwa sektor perikanan menjadi salah satu penyumbang PDRB tertinggi untuk Kabupaten Luwu Utara. Untuk itu, dia berharap sektor ini selain bisa menggenjot sektor ekonomi, juga bisa menjadi penopang kualitas kesehatan di Luwu Utara. “Jangan sampai hanya sebagai penyumbang di sektor ekonomi saja, tapi harus juga sebagai penyumbang kualitas kesehatan,” pungkasnya.  

Sekadar diketahui, FORIKAN Luwu Utara dibentuk pada 2019 dengan tujuan memperkuat koordinasi, keterpaduan langkah dan tindakan dari seluruh Perangkat Daerah terkait, sekaligus sebagai inspirator, kreator, motivator dan aktivator GEMARIKAN. Ketua Umum FORIKAN Luwu Utara Periode 2019 – 2023 saat ini diduduki Rusydi Rasyid, yang juga Kepala BAPPEDA.  Rapat Tahunan FORIKAN dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Dinas Perikanan sebagai leading sector kampanye GEMARIKAN yang sasarannya siswa SD dan SMP. (Am – LH/sah)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru