Saturday 10 December 2022
spot_img

Lumayan, Pandemi tak Goyahkan PAD Sinjai

PARIWISATA – Pendapatan dari sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang besar. Di awal April 2021 saja, realisasinya mencapai 31 persen. Kawasan wisata Tongke -Tongke menjadi salah satu penyumbang terbesar. (sinjaikab)

CELEBESTERKINI.com, Sinjai – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sinjai lumayan bagus setidaknya jika melihat data terakhir hingga April 2021. Dari target Rp99.292.703.653,00 hingga April sudah mencapai Rp20.665.041.853,00 atau 20,81 persen. Kondisi itu tergolong bagus karena semua daerah mengalami ‘pendarahan’ pendapatan akibat pandemi COVID19 yang belum berlalu.

Kemudian, untuk realisasi retribusi daerah Rp1.716.116.412,00 atau 15,78 persen dari target Rp10.875.626.350,00 dan realisasi
penerimaan Rp16.064.872.272,00 atau 23,69 persen dari target Rp67.811.097.550,00.

Dari jumlah Pendapatan Asli itu sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang besar. Di awal April 2021 saja, realisasinya sudah diangka atau mencapai 31 persen. Jika di rupiahkan, PAD sektor pariwisata di Kabupaten Sinjai hingga April ini sebesar Rp160 juta lebih. Itu terdiri dari penarikan retribusi tempat rekreasi.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sinjai, Yuhadi Samad, obyek wisata yang penyumbang PAD terbesar hingga bulan ini ialah hutan Mangrove Tongke-Tongke, di Kecamatan Sinjai Timur. Total penarikan retribusi daerah melalui tiket masuk ke Hutan Mangrove Tongke-Tongke, kini mencapai Rp130 Juta per April 2021.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Asdar Amal Darmawan

Sementara itu, realisasi penerimaan Pendapatan Kabupaten Sinjai dari sektor pajak daerah pada triwulan pertama 2021 atau sepanjang bulan Januari-Maret mencapai Rp2.264.157.697,00 atau 14,30 persen dari target Rp15.832.784.926,00.

Jumlah itu menurut, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Asdar Amal Darmawan khusus untuk sembilan jenis pajak daerah yang pihaknya kelola. Namun, hingga bulan April realisasi penerimaan pendapatan meningkat menjadi Rp2.884.053.169,00 atau 18,22 persen dari target 15.832.784.926,00. “Memang dari sembilan jenis tersebut masih ada jenis pajak daerah yang baru kita mulai pengelolaannya pada bulan Mei dan Juni yaitu, pajak bumi dan bangunan sektor perkotaan dan perdesaan. Penagihan akan dilakukan sampai bulan November jatuh temponya,” ungkap Asdar, Jumat (23/4/2021).

Meski begitu disisi lain, kata Asdar, pajak daerah sudah berjalan sebagai mana rencana. Walaupun, memang dalam bulan ramadan ini beberapa jenis pajak sepeti, hotel dan restoran mengalami penurunan karena dalam masa bulan ramadan tentu hanya beroperasi setengah hari.

Namun, lanjut Asdar, realisasi penerimaan cukup baik, seperti pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah da Bangunan (BPHTB) mencapai 18,22 persen, air bawah tanah 27,34 persen, pajak penerangan jalan 32,74 persen dan pajak reklame 46,87 persen. “Ini sudah diatas rencana kita di triwulan pertama sudah hampir mendekati setengah dari targetnya. Kalau kita lihat memang kita masih dibawah 25 persen, namun saya lihat bahwa trennya dari tahun ke tahun kita di akhir triwulan III dan IV itu baru kita biasa memperoleh capaian-capaian yang mendekati target kita di akhir tahun,” jelasnya. (sah/ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru