Monday 26 September 2022
spot_img

Lianhua, Obat Cina Legendaris Penangkal COVID19 yang Kini Dilarang BPOM

MERUGIKAN – Obat yang sebelumnya dipakai sebagai penanganan darurat Covid-19 itu dinilai lebih banyak memberi keburukan daripada manfaat kesehatan.

CELEBESTERKINI.com, Jakarta – Obat Tradisional China Linhua Qingwen Capsules dilarang dipergunakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat yang sebelumnya dipakai sebagai penanganan darurat Covid-19 itu dinilai lebih banyak memberi keburukan daripada manfaat kesehatan.

Linhua Qingwen Donasi terbukti mengandung bahan berbahaya yaitu Ephedar. Ya, menurut hasil studi BPOM, obat tradisional China tersebut yang mengandung Ephedar dapat menimbulkan efek berbahaya pada sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat.

BPOM pun mencatat bahwa Linhua Qingwen Capsules Donasi tidak terbukti menahan laju keparahan (severity), tidak menurunkan angka kematian, dan tidak mempercepat konversi swabtest menjadi negatif. “Dari temuan tersebut, BPOM memutuskan tidak lagi memperbolehkan penggunaan Linhua Qingwen Donasi melalui layanan perizinan tanggap darurat dikarenakan memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya,” tegas BPOM dalam lama resminya.

BPOM pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan produk obat tradisional. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk memastikan apakah obat tradisional yang mereka mau konsumsi itu aman atau tidak.

Pertama, tidak mudah terpengaruh dengan promosi produk obat tradisional yang mengklaim dapat digunakan untuk menyembuhkan Covid-19.

Kedua, selalu lakukan Cek KLIK. Jadi, pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca seluruk informasi pada label produk, pastikan produk yang akan dibeli dan digunakan mempunyai izin edar BPOM, dan pastikan tidak melewati masa kedaluwarsa.

“BPOM pun mendorong peran Tenaga Kesehatan, dalam hal ini dokter, perawat, dan apoteker untuk mengedukasi pasien agar bijak dan cerdas dalam menggunakan obat tradisional, sehingga manfaat dari obat tersebut tercapai sesuai dengan indikasinya dan terhindar dari risiko terhadap kesehatan,” terang BPOM. (*/sah)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru