Wednesday 28 September 2022
spot_img

Legislator Ini Sebut Banyak Bangunan tak Miliki Amdal di BiringTa, Salah Satunya Toko Besar ini

  • MELANGGAR – Ratusan bangunan di wilayah Kecamatan Biringkanaya – Tamalanrea diduga tak memiliki dokumen Amdal. Pemkot Makassar didesak bertindak tegas. (IST)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Pelanggaran dokumen persyaratan pendirian bangunan di kawasan Kecamatan Biringkanaya – Tamalanrea (BiringTa), marak terjadi. Rata – rata mereka tak memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Anggota DPRD Makassar Nunung Dasniar secara teggas menyatakan hal itu perlu mendapat perhatian pemerintah kota agar wilayah itu tak semakin semrawut. “Penegakan aturan harus dilakukan secara tegas jika tak mau wilayah ini Biringkana – Tamalanrea makin tak karuan,” kata legislator dari Dapil BiringTa itu saat melaksanakan sosialisasi peraturan daerah (perda) nomor 9 tahun 2016 tentang lingkungan hidup, di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (12/3/2021).

Nunung Dasniar meminta agar pelaku usaha tertib administrasi sebelum mendirikan bangunan usaha khususnya di kawasan Biringkanaya-Tamalarea. Sebab, masih ada ditemukan membangun tanpa mengantongi izin Amdal. “Siapapun, yang ingin membangun tolong diperhatikan amdalnya. Dampaknya kedepan seperti apa, apakah pembangunan itu tidak berisiko buat warga sekitar. Itu yang harus diperhatikan,” tegas Nunung Dasniar.

Ia mencontohkan pembangunan toko besar seperti Alaska yang ternyata membangun tanpa mendapat restu pemerintah. Alhasil, DPRD Kota Makassar turun langsung dan menghentikan pembangunan sembari menunggu izin yang dibutuhkan. “Semoga dengan adanya Perda ini, bisa membantu menyebarluaskan. Kalau bukan kita yang selamatkan daerah kita, terus siapa lagi?,” jelasnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Aloq Natsir Desi mengatakan, ada lima unsur yang mesti dipadukan agar mewujudkan perlindungan lingkungan hidup yang baik di Kota Makassar. Lima unsur itu, masyarakat, pengusaha, media, akademis dan pemerintah. “Pentingnya partisipasi pentahelix ini. Bahwa lingkungan hidup akan lebih baik jika kelima unsur ini saling bekerjasama melakukan perlindungan lingkungan hidup,” jelas Aloq—sapaan akrabnya.

Pasalnya, sambung Aloq, kasus persoalan lingkungan hidup ini termasuk dalam kasus hukum khusus. Dimana, setiap laporan yang masuk ke Aparat Penegak Hukum akan terproses lama. “Makanya, dibutuhkan sinergitas kelima unsur ini untuk memecahkan masalah ini,” ujarnya. (sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru