Tuesday 06 December 2022
spot_img

Kunker di Lapas, Ada Napi Bisiki Supriansa: Kami Butuh Kamar Asmara

FOTO: Anggota DPRRI Komisi III, Supriansa, bercengkrama dengan seorang narapidana di Lapas Kelas I Makassar, Senin. (istimewa)

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Ada yang menarik dalam kunjungan kerja anggota DPRRI dari Komisi III di Lapas Kelas I Makassar di Gunungsari, Senin (2/3). Anggota Komisi III, Supriansa, SH, MH, lamat-lamat mendengar keluhan narapidana tentang perlunya kamar “eksekusi”.

Kamar eksekusi yang mereka maksud adalah kamar yang bisa digunakan oleh napi dengan pasangan resminya untuk ‘making love’. Di Lapas Gunungsari kamar itu memang belum ada. “Saya pikir ini perlu mendapat perhatian. Hak-hak manusiawi mereka tetap harus diperhatikan seperti kebutuhan biologis itu, tentu dengan pasangan resmi mereka,” kata Supriansa.

Namun dalam kesempatan itu, Supriansa belum membeberkannya kepada petinggi Lapas Makassar. “Kita akan diskusikan dengan Kemenkumham mengenai ini. Saya pikir ini usulan yang wajarlah,” katanya sambil tersenyum.

Rupanya, apa yang disampaikan oleh Supriansa itu sudah juga dipikirkan pihak Kemenkumham. Direktur Jenderal Permasyarakatan Sri Puguh Utami menyebut bahwa saat ini setidaknya sudah ada tiga lapas yang memiliki fasilitas ruang saluran hasrat untuk narapidana yang telah menikah. Pengunjung harus dipastikan istri terpidana. “Itu kami praktikkan sudah mulai tahun lalu. Ada di Lapas Ciangir, Lapas terbuka Kendal, dan Lapas Nusakambangan,” ujar Utami di Jakarta sebagaimana dilansir Antara, Kamis (27/2). Namun Lapas Makassar memang belum disediakan.

Utami mengatakan fasilitas tersebut dapat digunakan oleh narapidana yang berada di Lapas dengan kategori ‘minimum security’. Para narapidana diperkenankan untuk menyalurkan hasrat biologisnya di ruangan tersebut pada saat kunjungan keluarga berlangsung. “Itu sudah dipraktikkan dengan sangat ketat, artinya dengan terukur. Siapa saja yang boleh berada di (lapas) minimum security, tentu dengan perubahan perilaku dan kinerja yang nyata dari napinya, terus istrinya juga dicek betul, ini istrinya bukan,” kata Utami.

Utami berharap fasilitas ruang saluran hasrat untuk narapidana dapat tersedia di seluruh lapas ‘minimum security’ di seluruh Indonesia. “Tahun ini targetnya di semua lapas ‘minimum security’ mestinya disiapkan sarana untuk itu,” ujar Utami. (mg3)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru