Saturday 10 December 2022
spot_img

KPU Menunda Sebagian Tahapan Pilkada, Nurmal Sebut Keputusan Aneh

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menerbitkan surat keputusan penundaan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/111/2020 yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman pada 21 Maret 2020.

Langkah ini diambil menyusul perkembangan penyebaran virus corona yang oleh pemerintah Indonesia telah ditetapkan sebagai bencana nasional. “Memutuskan, menetapkan penundaan tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota tahun 2020,” bunyi surat keputusan KPU yang dikutip dari dokumen SK KPU, Minggu (22/3/2020).

Berdasarkan dokumen, setidaknya ada empat tahapan Pilkada yang ditunda pelaksanaannya.
Pertama, pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) dan masa kerja PPS. Kedua, verifikasi syarat dukungan calon kepala daerah perseorangan. Ketiga, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih, dan yang terakhir adalah tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Namun penundaan itu dikritik oleh pengamat pemilu. Direktur Nurani Strategic, DR. Nurmal Idrus, MM, menyebut keputusan penundaan tahapan itu sebagai sikap setengah hati KPU RI dan aneh. “Mestinya tak hanya empat tahapan itu yang ditunda. Tetapi mestinya keseluruhan tahapan untuk menunjukkan empati KPU atas kondisi bangsa kita yang saat ini tengah berkonsentrasi melawan serangan virus mematikan COVID 19,” katanya ketika dihubungi di Makassar, Minggu (22/3/2020) siang.

Tak hanya faktor empati atas kondisi bangsa, Nurmal mendasarkan pendapatnya tersebut ketika melihat cara KPU melakukan penundaan yang disebutnya sebagai hal yang aneh. “KPU pasti tahu tahapan Pilkada itu saling berkaitan satu sama lain. Satu tahapan ditunda maka akan memengaruhi tahapan lain. Mengapa hanya empat tahapan itu padahal empat tahapan yang ditunda itu otomatis akan menggeser keseluruhan tahapan termasuk hari pencoblosan 23 September 2020 medatang. Lihat saja KPU pasti akan mengumumkan penundaan tahapan berikutnya,” katanya.

Tahapan berikut yang berpotensi ditunda lagi kata mantan Ketua KPU Makassar 2013 ini adalah pendaftaran dan penetapan pasangan calon serta kampanye pilkada. ” KPU akan menunda lagi tahapan berikutnya karena semua berkaitan. Misalnya, ketika tahapan verifikasi calon perseorangan ditunda maka akan memengaruhi jadwal pendaftaran karena seorang calon perseorangan baru bisa ikut mendaftar kalau verifikasi dukungannya selesai semua ditiap tingkatan. Jadi menurut saya daripada menunda satu satu lebih baik menunda keseluruhan dan selanjutnya kita semua berkonsentrasi melawan COVID-19. Tak lagi memikirkan bahwa masih ada tahapan selanjutnya yang harus diselesaikan,” tukasnya. (mg3)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru