Tuesday 06 December 2022
spot_img

Kemarahan Kasatpol PP Makassar dan Sindiran Jokowi PSBB Kebablasan

FOTO: Kasatpol PP Makassar Imam Hud, saat menggeruduk Toko Agung, Senin (4/5/2020). Ia marah besar kepada pemilik toko karena menganggap tempat ini masih beroperasi. (sreenshot-istimewa)




CELEBESTERKINI.com, Makassar – Sebuah video viral aksi Satuan Polisi PP di Makassar mengundang banyak komentar netizen.

Video dengan banyak sudut pengambilan gambar itu memperlihatkan kemarahan besar oleh Kepala Satpol PP Makassar, Imam Hud, saat menggeruduk Toko Agung di Jalan Ratulangi, Senin (4/5/2020). Imam yang datang dengan uniform satpol dan tongkat komando plus pistol terselip dipinggang, menyemprot petugas toko karena dianggap beroperasi lagi meski sudah dilarang di masa pemberlakuan PSBB ini. Di jagat media sosial aksi itu menimbulkan pro dan kontra. “Seharusnya jangan seperti itu, kan bisa dikasi tau baik-baik,” ujar akun FB Rahmat Rinal. Namun netizen lain justru membela Imam. “Memang harus dikasi pelajaran itu pengusaha. Sudah diminta jangan dulu beroperasi masih tetap buka,” timpal akun Indrajaya.

Imam Hud sendiri mengaku tak peduli dengan komentar yang memojokkan dirinya. “Saya berpegang pada aturan yang telah ditetapkan. Tak boleh ada usaha non pangan yang buka, mereka (Toko Agung) malah diam-diam buka meski alasannnya online,” katanya.

Beberapa jam sebelum Imam mengamuk di Toko Agung, Presiden Joko Widodo memberi perintah kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona (COVID-19) untuk mengevaluasi daerah-daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Salah satu yang ingin dihindari pemerintah adalah penerapan PSBB yang kebablasan.

Perintah Jokowi itu disampaikan dalam rapat terbatas bersama tim gugus tugas, Senin (4/5/2020). Evaluasi ini dianggap penting agar PSBB di tahap kedua berjalan efektif. “Saya ingin memastikan bahwa ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif. Dan saya melihat beberapa kabupaten dan kota telah melewati tahap pertama dan akan masuk tahap kedua. Ini perlu evaluasi. Mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan dan mana yang masih terlalu kendur,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/5/2020).

“Evaluasi ini penting, sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota, kabupaten, maupun provinsi yang melakukan PSBB,” imbuhnya.

Koordinator Aliansi Masyarakat Lawan Covid-19 (Amalan) 19 Sulsel, Randi Fitriansyah, Senin (4/5/2020) menyebut apa yang dilakukan Satpol PP Makassar itu bukan bagian yang disebut Presiden sebagai PSBB Kebablasan. “Justru saya melihat PSBB Makasar sangat longgar. Lihat saja beberapa kota lain di Indonesia yang bahkan menerapkan jam malam. Di Makassar sangat longgar, maka aksi Satpol PP itu menurut saya wajar untuk memberi pelajaran kepada tempat usaha yang berani melanggar,” ujarnya. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru