Saturday 10 December 2022
spot_img

Keluarga Kluster Temboro Mau Ambil Paksa Anaknya, Walikota Dibuat Kelabakan

FOTO: PJ. Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb berdialog dengan warga keluarga dari pasien isolasi dari Kluster Pesantren Temboro, Jatim, di Lobby Hotel Swiss Bell, Rabu (6/5/2020). Mereka sempat memaksa mengambil anaknya untuk dibawa pulang. (humaspemkot)




CELEBESTERKINI.com, Makassar – Suasana lobby Hotel Swiss Bell Pantai Losari di Jalan Ujungpandang, sedikit tegang, Rabu (6/5/2020).

Sekelompok warga dari Pulau Kondingareng, Kecamatan Sangkarrang, keluarga dari pasien PDP dari Kluster Temboro yang telah dinyatakan positif COVID19, memaksa untuk membawa pulang anaknya yang sementara diisolasi di hotel mewah itu. Mereka adalah bagian dari 774 santri Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Jawa Timur, yang pulang kampung ke Sulsel, pekan lalu. Seperti diketahui pesantren ini menjadi kluster baru Corona pasca ditemukannya puluhan yang terpapar dan sudah menyebar ke beberapa daerah di Sulsel.

Untuk menenangkan warga, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb terpaksa harus mendatangi mereka untuk berdialog.

“Anak-anak kita ini kan habis pendidikan di Jawa dan baru usai melakukan perjalanan jauh. Hasil pemeriksaan di nyatakan positif. Insya Allah disini akan dilakukan pemulihan, melalui pengobatan dan pemenuhan gizi yang di butuhkan. Ini jauh lebih baik dibandingkan jika tinggal bersama bapak ibu dirumah,” ujar Iqbal di depan warga.

Iqbal berjanji untuk mengantarkan sendiri para santri jika telah dinyatakan sembuh. “Nanti jika sudah diperiksa ulang dan dianggap semua virus dalam tubuhnya sudah hilang baru boleh bergaul bersama kita. Karena kondisi sekarang itu sangat berbahaya. Itu bisa berpindah bahkan bisa memapar seluruh penduduk pulau jika masih tinggal bersama kita. Kita akan antar pulang nanti ke pulau,” ujar Iqbal.

Ada 19 santri yang kembali ke kampung halamannya di Pulau Kodingareng. 11 di antaranya kemudian diisolasi di Swiss Bell. Sebagian besar dari mereka dinyatakan positif usai dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas setempat.

Sebelumnya, para santri ini sempat lolos ke Pulau Kondingareng pasca tiba di Bandara Hasanuddin, Jumat pekan lalu. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar kemudian beberapa kali mendatangi pulau tersebut untuk dilakukan penjemputan terhadap santri yang positif namun selalu gagal karena dihalang-halangi warga setempat.

Upaya ini baru berhasil setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh tim Tugas Covid-19 Makassar. Sebanyak 11 santri dengan kesadaran sendiri akhirnya bersedia menyeberang pulau bersama tim untuk mengikuti program wisata Covid-19 yang dicanangkan oleh Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan.

Namun dilobi hotel, sejumlah keluarga yang ikut menyeberang terlihat masih enggan untuk melepas anaknya tinggal di hotel tersebut hingga kemudian ditemui oleh Iqbal dan diberi penjelasan panjang lebar tentang program Wisata Covid-19. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru