Saturday 10 December 2022
spot_img

Kekuatan Soppeng di Balik Pengalihan Rumit Pengelolaan Stadion Mattoanging

FOTO: Gubernur Nurdin Abdullah (kanan) dan Ketua YOSS Ilhamsyah Mattalatta, meneken MoU pengalihan Stadion Mattoanging, Senin (2/3). Selle Dalle berdiri di belakang Nurdin sementara Ina Kartika di belakang Ilhamsyah. (mt-istimewa)

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Orang Soppeng memang selalu berusaha membawa kedamaian. Dalam mengakhiri proses rumit yang penuh polemik terhadap hak pengelolaan Stadion Mattoanging, semangat Yassissoppengi menjadi salah satu penentunya.

Semangat positif itu oleh Koran Tribun Timur bahkan menjadikannya sebagai headline, Selasa (3/3) pagi ini. Gubernur Sulsel dan YOSS akhirnya bertemu dan menandatangani kesepahaman pengalihan asset, di Gubernuran, Senin (2/3) kemarin. Proses pengambilalihan lahan Stadion Mattoanging memang seperti tak berujung. Pihak Pemprov Sulsel dalam hal ini Gubernur Nurdin Abdullah, ngotot mengambil kembali stadion ringkih itu. Di pihak lain, Yayasan Olahrag Sulawesi Selatan (YOSS) yang dipimpin Andi Ilhamsyah Matalatta, yang selama ini mengelola stadion, kukuh bertahan.

Meski sudah melibatkan aparat hukum seperti kejaksaan dan KPK, masalah itu tak pernah selesai. Bahkan, 15 Januari 2020 lalu, peseteruan itu mencapai titik nadir ketika ratusan Satpol PP Pemprov Sulsel menyerbu stadion untuk mengambil paksa. YOSS meresponnya dengan membentengi sekeliling stadion. Bentrok tak bisa dihindarkan hingga kemudian memakan korban luka pada kedua pihak.

Pasca kejadian itu, dua anggota DPRD Sulsel ternyata bergerilya mencari jalan penyelesaian. Adalah anggota DPRD Sulsel Selle Ks Dalle dan Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, yang bahu membahu menjembatani konflik itu. Selle adalah putra Soppeng yang lolos ke DPRD dari Dapil VIII (Soppeng, Wajo). Sementara Ina Kartika, meski lolos ke DPRD dari Dapil VI (Maros, Pangkep, Barru, Parepare), berdarah Soppeng.

Dilansir Tribuntimur, Ina bertugas melobi Gubernur Nurdin Abdullah. Sementara Selle mendekati Andi Ilhamsyah Mattalatta. Selle dan puang Il, begitu Ilhamsyah disapa, bersahabat sejak lama. Setelah beberapa kali pertemuan terpisah, Ina sukses meyakinkan Nurdin untuk ketemu Ilhamsyah. Selle juga demikian, memegang janji Ilhamsyah yang mengaku juga siap ketemu Nurdin.

Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu ketika Selle bersua Nurdin Abdullah di muhsalla Bandara Soekarno Hatta, di pertengah Februari. Selle gembira bukan kepalang ketika Nurdin menyatakan keinginannya yang sangat untuk bertemu Ilhamsyah. “Dato’ kami sama-sama dari Soppeng,” kata Nurdin. Kakek Ilhamsyah, memang berasal dari Soppeng. Sementara Nurdin Abdullah berbapak Soppeng.

Selle pun punya senjata baru. Berbekal semangat Yassisoppengi itu, ia kemudia mempertemukan, Nurdin Abdullah dan Ilhamsyah Mattalatta, yang merupakan putra pejuang (alm) Mayjend Andi Mattalatta.

Selle menggambarkan pertemuan itu sangat cair. Bahasa Bugis mendominasi pertemuan empat orang berdarah Soppeng itu. Hingga akhirnya, Senin (2/3) kemarin, Nurdin Abdullah dan Ilhamsyah Mattalatta, bertemu secara resmi di gubernuran. Disaksikan Ina dan Selle yang berbahagia, secara resmi konflik iti diakhiri. Kini Pemprov Sulsel secara resmi mengelola Stadion Mattoanging berkat semangat Yassisoppengi. (mal)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru