Saturday 10 December 2022
spot_img

Kejari Deteksi Dua Aliran Kepercayaan di Sinjai, Satunya Dianggap Sesat

RAPAT ANTISIPASI ALIRAN SESAT – Untuk mengantipasi munculnya aliran baru yang lain, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sinjai sudah menggelar pertemuan dalam rangka pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat. (sinjaikab)

CELEBESTERKINI.com, Sinjai – Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sinjai, mendeteksi adanya aliran sesat di wilayahnya.

Terdapat dua aliran kepercayaan yang beroperasi di kabupaten ini dengan salah satu diantaranya dianggap sesat. “Berdasarkan informasi di Sinjai, ada dua aliran kepercayaan yang muncul yaitu aliran Khalwatiyah Syekh Y dan Khalwatiyah Samman. Khalwatiyah Syekh Y ini dinilai MUI menyimpang dari agama Islam sehingga kami sudah keluarkan surat pelarangannya dan sudah tidak ada lagi di Sinjai. Sedangkan Khalwatiah Samman kegiatannya masih berlangsung dan MUI menilai tidak ada kegiatannya yang menyimpang dari akidah,” beber Kepala Kejari Sinjai Ajie Prasetya selaku Ketua Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Kabupaten Sinjai, beberapa waktu lalu.

Untuk mengantipasi munculnya aliran baru yang lain, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sinjai sudah menggelar pertemuan dalam rangka pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan di Kabupaten Sinjai yang terdiri dari unsur Kejari, Kepolisian TNI, Kepala Kantor Kementerian Agama Sinjai Abd. Hafid, Ketua MUI H. Abd. Hamid DM, Kepala Dinas Pendidikan Sinjai Andi Jefrianto Asapa, Kepala Badan Kesbangpol Sinjai Akbar Juhamran dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Kepala Kejari Sinjai Ajie Prasetya selaku Ketua Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Kabupaten Sinjai menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengawasan agar tidak terdapat aliran kepercayaan yang menyimpang atau sesat dari kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, khususnya di Kabupaten Sinjai. “Hari ini kami undang stakeholder terkait yang tergabung dalam tim untuk membahas terhadap fenomena dan permasalahan timbulnya aliran kepercayaan di Sinjai yang dianggap menyimpang. Melalui pertemuan ini kita juga mencari solusi dan mengidentifikasi permasalahannya sehingga kita dapat menentukan sikap terhadap aliran kepercayaan yang menyimpang,” jelasnya.

Lebih lanjut Ajie menerangkan, melalui pertemuan ini pihaknya dapat melakukan deteksi dini untuk melakukan tindakan preventif dan edukasi agar tidak terjadi gesekan atau permasalahan sosial di masyarakat menyangkut aliran kepercayaan yang muncul di tengah masyarakat. (*/Ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru