Wednesday 01 February 2023
spot_img

Kawin Kontrak Marak Lagi di Cianjur, Segini Biayanya

IJAB KABUL KAWIN KONTRAK – Duit diperoleh dari kawin kontrak di Cianjur itu sendiri cukup lumayan, membuat beberapa perempuan tergiur melakoni praktik tersebut. Terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Jakarta – Kawin kontrak di kawasan puncak Bogor terutama di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, marak lagi. Itu setelah beberapa hari lalu seorang wanita yang telah kawin kontrak dinyatakan hamil tetapi kemudian pria yang mengontraknya tak mau bertanggungjawab.

Lalu, mengapa praktek yang sudah mengarah ke prostitusi itu tetap mendapat tempat. Ya, semua karena faktor ekonomi dengan banyaknya fulus yang mereka dapat. Duit diperoleh dari kawin kontrak di Cianjur itu sendiri cukup lumayan, membuat beberapa perempuan tergiur melakoni praktik tersebut. Terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.

Sekadar diketahui, Pemkab Cianjur mengeluarkan larangan kawin kontrak. Aturan itu dikeluarkan untuk mencegah praktik prostitusi terselubung yang dianggap merendahkan martabat perempuan.

Udin, salah seorang calo kawin kontrak di Cianjur, menjelaskan tarif kawin kontrak yang dikenal dengan biaya mahar bervariatif, tergantung pada lama perkawinan dan usia perempuannya. Berapa durasi dan biayanya?

“Paling kecil Rp 15 juta untuk sepekan. Tapi biasanya bisa juga untuk dua minggu dengan biaya segitu. Tergantung komitmen dan perjanjian awal saja. Kalau maksimalnya tidak terhingga, bisa lebih sampai puluhan juta,” ucap Udin.

Menurut dia, biaya mahar tersebut di luar dari biaya sehari-hari, termasuk belanja pakaian dan kebutuhan lainnya. “Jadi untuk beli pakaian, makan, dan lainnya ditanggung oleh pihak laki-laki. Istilahnya uang awal itu bersih,” kata dia.

Tetapi, lanjut Udin, uang yang diterima tersebut tak sepenuhnya untuk perempuan yang melakoni kawin kontrak, tetapi dibagi dua dengan perantara atau calo. “Misalnya dapat Rp 15 juta, dibagi dua, Masing-masing Rp 7,5 juta,” kata Udin.

Duit jatah untuk calo dibagikan lagi kepada pihak-pihak yang terlibat, mulai penghulu hingga wali nikah sewaan. “Kan banyak wali nikah yang bukan aslinya, itu harus dibayar. Kecuali kalau memang kawin kontrak atas persetujuan orang tua dan pakai wali nikah yang asli, bagian untuk calonya lebih kecil,” tuturnya.

Udin menegaskan hal tersebut membuat kawin kontrak layaknya praktik prostitusi. Meski mendapat cukup banyak uang dari praktik kawin kontrak, dia sebenarnya kasihan dengan sang perempuan. “Kasihannya lagi kalau sampai hamil dan punya anak, sedangkan statusnya hanya kawin kontrak. Saya juga prihatin perempuan kita jadi sekadar pemuas nafsu,” kata Udin. (sah/ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru