Tuesday 06 December 2022
spot_img

Jumpa Pers Corona yang Tegang, Status Kesehatan Sekprov Belum Dipastikan Namun Baik Baik Saja

FOTO: Sekretaris Provinsi Sulsel (Sekprov) Abdul Hayat Gani Presiden Asian Development Bank (ADB), Masatsugu Asakawa di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu petang, (1/3). Beberapa hari kemudian Skprov sakit. (Istimewa)

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Humas Pemprov Sulsel mengirimkan pesan berantai kepada media. CELEBESTERKINI memperoleh informasi bahwa Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah akan menggelar jumpa pers di kediaman pribadinya di Kompleks Dosen Unhas, Tamalanrea, Kamis (19/3) tadi malam.

Jumpa pers yang mendadak. Amat jarang bahkan mungkin tak pernah gubernur menyampaikan keterangannya di kediaman pribadinya. Namun, keterangan pemerintah pusat Kamis siang tentang adanya pasien corona di Sulsel harus segera dijawab. Media pun bertanya siapa kedua orang itu. Maka, undangan jumpa pers itu menjadi penting bagi awak media.

Gubernur Nurdin terlihat agak gugup saat membuka acara. Ia mengatakan, pasien pertama terjangkit Covid-19 kasus 285 itu berjenis kelamin perempuan. Korban terjangkit setelah dari umroh. Kemudian mengalami keluhan diare dan batuk satu minggu, setelah dari Tanah Suci.

Menurut dia, pasien tersebut kemudian dirawat di rumah sakit dengan keluhan demam. Sampel darahnya sudah diambil untuk kemudian dikirim ke laboratorium di Jakarta. Dan setelah pasien itu meninggal dunia baru diketahui positif corona. “Saya ingin jelaskan pasien Covid-19 285, jadi kita tidak sebut identitas, mengalami keluhan dan dirawat di RS Siloam dengan keluhan demam, sesak. Dan ketika dilaksanakan foto thoraks menunjukkan pneumonia di kedua paru,” jelasnya.

Nah, tiba pada penyebutan pasien kedua, Nurdin terlihat tak tenang. Lanjut Nurdin, pasien berjenis kelamin laki-laki asal Makassar. Masuk rumah sakit dengan keluhan batuk. “Pasien kedua ini sebelumnya kontak fisik dengan penderita Covid-19. Jadi beliau masih dalam perawatan medis,” tutur Nurdin, dikutip dari Herald Makassar.

Media yang curiga karena tak jelasnya data pasien kedua kemudian mengejar dengan pertanyaan apakah pasien kedua itu adalah Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani yang kini masih dirawat di RS Wahidin, Nurdin Abdullah tidak membantah, tapi tak juga mengiyakan. “Saya tidak mau bilang itu. Yang jelas Pak Sekprov sekarang kondisinya sudah membaik. Masih dirawat di RS Wahidin (Makassar), dan kami terus pantau kondisinya,” kata mantan Bupati Bantaeng itu. Sampai berita ini ditulis pukul 11.35 Wita, Jumat, belum ada kejelasan pasti mengenai siapa pasien kedua itu.

Sekadar diketahui, berdasarkan riwayat kerja Abdul Hayat Gani selama dua pekan terakhir, sempat berinterkasi dengan Presiden Asia Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa. Pria asal Jepang ini datang ke Makassar untuk kunjungan kerja pada, 2 Maret 2020.

Abdul Hayat Gani sempat dirawat di RS Siloam. Namun, pada Senin (16/03/2020) ia dirujuk ke RS Wahidin. Awalnya kata gubernur, Abdul Hayat menderita DBD. “Awalnya DBD, tapi sudah sembuh. Cuma asmanya kambuh dan minta dirujuk ke Wahidin,” katanya beberapa waktu lalu. Karena Abdul Hayat sakit, Gubernur menunjuk Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulsel, Aslam Patonangi sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekertaris Provinsi untuk sementara waktu.

Kesehatan Sekprov tentu menjadi prioritas. Kita berharap tak ada yang serius dari kesehatan beliau dan berdoa semoga kembali seperti sediakala. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru