Tuesday 06 December 2022
spot_img

ITB: Disinfektan Bahaya Untuk Kesehatan. Mandi, Selalu Ganti Baju dan Mencuci Tangan Cara Terbaik

Seorang warga mencoba sebuah bilik disinfektan yang kini marak digunakan untuk pencegahan COVID 19 yang tenyata justru berbahaya bagi kesehatan.


MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Masyarakat tengah resah dengan penyebaran virus corona. Pencegahan secara swadaya dilakukan, salah satunya dengan penyemprotan disinfektan.

Bukan hanya penyemprotan ke lingkungan sekitar tetapi juga ke tubuh manusia, lewat bilik disinfektan. Tapi ternyata, bahan disinfektan itu berbahaya, bukan hanya bagi tubuh tapi juga untuk lingkungan. Para peneliti dari ITB memberi peringatan akan bahaya disinfektan. “Disinfeksi didefinisikan sebagai penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat membunuh kuman/mikroba (bakteri, fungi, dan virus) yang terdapat di permukaan benda mati (non-biologis, seperti pakaian, lantai, dinding) (Centers for Disease Control and Prevention, CDC),” demikian pernyatan ITB seperti dikutip dari laman itb.ac.id, dengan judul ‘Tanggapan terhadap maraknya penggunaan disinfektan pada bilik disinfeksi untuk pencegahan COVID-19’, Minggu (29/3).

Hasil penelusuran ITB, berbagai macam cairan disinfektan yang digunakan untuk bilik disinfeksi di masyarakat ini diantaranya adalah diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dioksida, etanol 70%, kloroksilenol, electrolyzed salt water, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), glutaraldehid, hidrogen peroksida (H2O2) dan sebagainya. “Solusi aman untuk pencegahan pemaparan virus SARS-CoV-2 saat ini sesuai rekomendasi WHO adalah dengan cuci tangan menggunakan sabun (minimal 20 detik), mandi serta mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas dari luar atau dari tempat yang terinfeksi tinggi, serta menerapkan physical distancing (minimal 1 meter),” demikian masukan ITB. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru